Tuntut Pembayaran Santunan Hari Tua, Pensiunan Karyawan PTP I Langsa Unjuk Rasa Terhadap Direksi

Tuntut Pembayaran Santunan Hari Tua, Pensiunan Karyawan PTP I Langsa Unjuk Rasa Terhadap Direksi
Ratusan pensiunan karyawan saat mendatangi Kantor Pusat PTPN I Langsa (Foto: Penanegeri/M Rizal)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kontributor Kota Langsa

Kota Langsa | Setelah sejumlah pemuda dan mahasiswa di Kota Langsa mengelar aksi demontrasi ke Kantor PTPN I Langsa. Rabu (23/5/2019) pagi, sejumlah persiunan perusahaan tersebut, mendatangi kantor tersebut.

Tujuannya, ingin bertemu dengan Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor usaha bisnis perkebunan. Sayang, sejumlah  petugas sekurity (keamanan) yang di dukung berapa personil Polres Langsa, tidak mengizinkan langsung para pensiunan masuk, karena belum ada perintah atau arahan dari pihak kantor direksi.

Kontributor MODUSACEH.CO di Kota Langsa melaporkan. Akibatnya, sejumlah pensiunan karyawan tadi mengaku kecewa. Begitupun, setelah terjadi negosiasi, belasan menit kemudian mereka diperbolehkan masuk ke halaman Kantor Direksi PTPN I Langsa  dan diterima Dirut PTPN I Langsa, Uri Muliadi, Direktur Operasi Deswanto, Direktur Komersil Faisal Ahmad, dan sejumlah pejabat direksi lainnya.

Sebelumnya, para pensiunan karyawan tadi juga mengelar spanduk. Isinya menuding jajaran direksi tidak punya hati. "Anak-anak kami butuh pendidikan, bayar santunan hari tua kami," tulis spanduk tadi. Termasuk beberapa kalimat tuntutan lainnya yaitu, menuntut pembayaran Santunan Hari Tua (SHT) yang sejak 8 bulan belum juga dibayar.

Sebelum menuju Kantor Pusat PTPN I Langsa, massa terlebih dahulu berkumpul di Mushala RSCM, selanjutnya menuju ke kantor pusat dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan membawa spanduk.

Tiba di Kantor Pusat PTPN I Langsa, sekitar pukul 09.00 WIB, massa secara bergantian melakukan orasi di depan pintu masuk. Setelah beberapa menit berorasi, akhirnya massa dipersilahkan masuk ke halaman kantor pusat dan bertemu dengan Dirut Utama, Uri Mulyari, Direktur Operasional, Desmanto dan Direktur Komersil, Faisal Ahmad.

Dihadapan Direksi, Koordinator Lapangan, Hamler menyampaikan, yang belum menerima SHT merupakan pensiunan karyawan periode 2013 hingga 2018, dengan jumlah 952 orang dan total tunggakan santunan sebesar RP 105.3 Miliar.

Dijelaskannya, terakhir mereka menerima SHT pada Agustus 2018, saat itu Direktur Komersil, Arfinaldi dan Direktur Operasional, Sayed Abd Rahman, tapi sejak kedua direksi itu diganti progres pembayaran SHT tidak jelas hingga delapan bulan dan baru hanya dibayar satu kali saat menjelang bulan suci Ramadhan yakni, Rp 2,5 juta per orang.


Itu sebabnya, mereka meminta kepada Direksi PTPN I Langsa, untuk membayar SHT menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H dengan nilai yang wajar dan kami minta akhir tahun 2019 sisa SHT yang belum dibayar harus lunas semua.

“Direksi PTPN 1 harus membuat progres pembayaran SHT, karena kami butuh dana untuk kehidupan sehari – hari, anak sekolah bahkan ada diantara kami yang tidak memiliki rumah sudah terbelit hutang, sehingga besar harapan setelah pensiun uang SHT dibayar sehingga bisa menyelesaikan hutang,” ucapnya.

Dirut Utama, Uri Mulyari menceritakan, bahwa untuk membayar sekaligus SHT pensiunan karyawan, perusahaan tidak sanggup, karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, namun kami akan dibayar dengan cara dicicil setiap bulannya.

“Tidak benar jika dikatakan Direksi tidak peduli terhadap pensiunan karyawan, karena apa yang dirasakan oleh para pensiunan juga kami rasakan. Kami akan berusaha membayarnya dengan cara mencicil, jika harus dibayar lunas maka akan kita sampaikan ke holding,” tambahnya.

Direktur Operasional, Desmanto menuturkan, saat ini banyak aset yang tidak optimal, sementara banyak hutang yang harus dibayar oleh perusahaan. Namun, demikian kita terus berusaha untuk meningkatkan produksi dan alhamdulillah berhasil, tapi tidak sebanding dengan jumlah hutang perusahaan yang harus dibayar. “Terkait tuntutan harus melunasi semua SHT sampai akhir 2019, perusahaan tidak bisa memenuhi hal tersebut,” tutupnya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari direksi, perwakilan massa dengan direksi mengadakan pertemuan secara tertutup dan hingga kini belum diketahui kesimpulan apa yang telah disepakati.***

Komentar

Loading...