Breaking News

Terkait Ijasah Roni Ahmad

Tujuh Pimpinan Parnas Desak Aparat Penegak Hukum Mengusut

Tujuh Pimpinan Parnas Desak Aparat Penegak Hukum Mengusut

Pidie | Persoalan dugaan ijasah palsu milik Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyiek, sepertinya bakal berbuntut panjang.Maklum, tujuh pimpinan partai politik nasional (parnas) di Pidie, mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. “Kepada Kepolisian Resort Pidie supaya mengusut tuntas terhadap kasus pemalsuan dokumen Negara, karena telah melanggar UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan KUHP Pasal 263. Dan, kepada Kejaksaan Negeri Sigli dapat melakukan pengusutan sampai tuntas serta melakukan penuntutan terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan Roni Ahmad,” desak polisi tadi.

Desakan itu tertuang dalam surat bernomor: Ist/IX/2016, tanggal 28 September 2016. Mereka berasal dari Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKB, PKS, Gerindra serta PDI-P. “Berdasarkan dokumen yang terlampir, ternyata nama yang bersangkutan tidak seragam pada ijazah atau Surat Pengganti STTB Min Kampung Aree, Kecamatan Delima, Pidie atas Elfinur bin Ahmad yang sekarang sudah berganti menjadi Roni Ahmad,” ungkap surat itu.

Begitu juga pada STTB/ ijazah Tsnawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA), menggunakan nama Roni Bin Ahmad. “Sementara, pada Dara Safira dan M. Rizal, anaknya masih tercantum nama orang tua/wali murid atas nama M. Sufi. “Sebaliknya, nama yang dikenal dalam masyarakat Roni Ahmad adalah M. Sufi bin Ahmad. Ini dibuktikan dengan Identity Card (IC) Malaysia. Dia tercatat sebagai warga Negara Malaysia dengan status penduduk tetap warga Indonesia. Dan dapat dicek kebenaranya di Kantor JPN Malaysia,” tulis surat itu.

Masih menurut surat tadi, Roni Ahmad pernah menikah dengan Syarifah binti Ahmad, perempuan asal Kecamatan Titeu, Keumala Pidie di Selangor Malaysia dan mengunakan nama M. Sufi bin Ahmad. Dari hasil pernikahan tersebut, dia mempunyai dua anak, M. Rizal dan Dara Safira. Roni Ahmad saat bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1998 dan dengan nama M. Sufi Bin Ahmad.***

Komentar

Loading...