TOPAN RI Pertanyakan Raibnya Aset PMI 

TOPAN RI Pertanyakan Raibnya Aset PMI 
Sekretaris yang juga Juru bicara LSM TOPAN RI, Abriansyah.
Penulis
Rubrik
Sumber
Indra BN/Koresponden Simeulue

Simeulue | Sejumlah aset milik Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah Kabupaten Simeulue diduga raib alias tak jelas keberadaanya. Pengurus PMI setempat dinilai paling bertanggung jawab. Benarkah ada permainan merubah aset jadi rupiah?

Miris dan memprihatinkan, agaknya bahasa itu tepat disematkan pada PMI Simeulue, bayangkan, perlengkapan kebutuhan urgensi yang semestinya standby, tak lagi ready di markas organisasi kemanusian kepulauan di Aceh ini. Hal itu dikatakan lembaga Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) pada media ini, Senin, (12/3/18). 

Menurut Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) ini lewat juru bicaranya Abriansyah, kondisi tak elok yang terjadi ditubuh PMI Simeulue sebenarnya telah berlangsung bertahun-tahun, namun uniknya sampai hari ini  tak ada kejelasan dimana jejak inventaris PMI tadi. Itu sebabnya, TOPAN meminta PMI simeulue bertanggungjawab dan menjelaskan dengan gamblang baik  lewat internal organisasi maupun dihadapan publik.  Alasan Abri, karena menyangkut kepentingan umum. “Kita minta PMI Simeulue jangan bungkam dan bersuara, kemana sesungguhnya aset penting ini. Dugaan kita, telah terjadi penyalagunaan wewenang yang dilakukan oknum pentolan PMI Simeulue, bisa jadi ada unsur penggelapan,” ujar Abriasnyah. 

Jika benar terjadi permainan, kata Abri, angkanya pun terbilang cukup fantastis yakni mencapai miliaran rupiah. Lihat saja, daftar list inventaris yang diduga lenyap, diantaranya, satu unit mobil tangki interkuler PS 190 fuso, satu unit mobil truk merek Hino, dua isi container penuh alat dan perlengkapan, lima belas unit sepeda motor, termasuk tangki kapasitas 500 liter dan tiga ton.

“Sayang kalau ini dibiarkan begitu saja, bukan cuma negara yang dirugikan tapi bisa berdampak terciptanya stigma buruk terhadap organisasi PMI sendiri. Jadi demi transparansi,  kita berencana akan melaporkan persoalan ini ke pihak berwajib,” tegas Abriansyah yang didampingi Ketua TOPAN RI Sarwadi. 

Menanggapi hal ini, Sekeretaris PMI Simeulue, Agusnin Arif tak menapik, namun ia tak ingin merspekulasi dan tetap meyakini sejumlah aset tadi masih di tangan relawan. Secara prosedural admnistrasi Agusnin mengaku sudah melayang surat yang ditujukan ke relawan akhir Januari 2017 lalu. Poinnya meminta relawan mengembalikan aset dengan kondisi apapun. 

“Kita tak ingin menduga hal yang aneh aneh dulu,  sesuai mekanisme dan arahan Ketua PMI Simeulue surat sudah kita layangkan ke relawan, tujuanya untuk mengembalikan inventaris yang selama ini dipakai. Dalam waktu dekat ini surat kedua coba kita layangkan lagi, mungkin tembusan ke Kepolres Simeulue. Harapan kita di abulan April 2018 nanti semua aset sudah terkumpul di markas. Kalau masih layak kita gunakan tapi kalau tidak buat berita acaranya agar kita koordinasikan dengan PMI Provinsi Aceh. Insya Allah, hasilnya nanti akan kita sampaikan ke teman teman media termasuk LSM,” ucap Agusnin.***

Komentar

Loading...