Jelang Asian Games 2018

Timnas Panjat Tebing tak Terbebani Latihan Bersama Tiongkok

Timnas Panjat Tebing tak Terbebani Latihan Bersama Tiongkok
eXtremeINA
Penulis
Sumber
metrotvnews.com

Jakarta | Timnas panjat tebing Indonesia tak terbebani menggelar latihan bersama Tiongkok. Padahal, Tiongkok menjadi salah satu pesaing kuat Indonesia di Asian Games 2018 mendatang. Pemanjat Indonesia saat ini memang sedang bersaing ketat dengan Tiongkok di peringkat dunia. Namun, hal itu tak menjadi halangan saat kedua pesaing itu berlatih selama sepekan terakhir di Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Menurut staf pelatih panjat tebing, Hendra Basir, latihan bersama ini justru menjadi ajang saling mengenal kekuatan satu sama lain. Meski diakuinya Timnas panjat tebing Indonesia tak banyak menggelar porsi latihan yang sesungguhnya untuk tetap bisa menjaga strategi agar tak diketahui lawan.

"Kami jadi tahu kekuatan mereka seperti apa. Lagi pula, di skuat Tiongkok, ada juara dunianya. Dan, kami bisa mengetahui seperti apa kemampuan sang juara dunia," kata Hendra yang menjadi pelatih spesialis nomor speed WR, saat ditemui Medcom.id, Kamis (1/3/2018) lalu.

Dalam latihan bersama itu, sejumlah simulasi pertandingan pun digelar. Ia mengatakan jika kemampuan Timnas panjat tebing Indonesia sebenarnya masih di atas Tiongkok, mengacu dari hasil rangkaian uji coba. "Beberapa kali mereka kalah (saat uji coba). Pada dasarnya, kami memang yakin dengan kualitas atlet yang ada. Di kejuaraan dunia tahun lalu, kami sempat buat kejutan. Bahkan, ada momen di mana, 50 persen atlet kami masuk ke fase final," tutur Hendra.

Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) atlet panjat tebing Indonesia menargetkan dua medali emas di Asian Games 2018 nanti. Namun, bukan perkara mudah merealisasikan target tersebut mengingat beberapa negara jadi pesaing berat.

Staf pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, menuturkan Indonesia akan mendapat pesaing ketat dari beberapa negara seperti Iran, Korea Selatan, Jepang, hingga Tiongkok. Namun, ia mengakui lebih mewaspadai Iran dan Tiongkok.

Bukan tanpa sebab Indonesia mewaspadai dua negara tersebut. Pasalnya, Iran dan Tiongkok memiliki pemanjat nomor wahid di dunia macam Reza Alipour (Iran) yang menjadi juara dunia nomor speed di Nanjing, Tiongkok 2017 lalu. Sementara dua pemanjat Tiongkok, Yufei Pan dan Haibin Qu adalah raja di nomor boulder. "Pesaing utama di Asian Games nanti Iran sama Tiongkok. Iran punya tim putra bagus di nomor speed, ada juara dunia juga di sana. Kalau Tiongkok punya tim putri bagus sama perorangan putranya juga bagus," tutur Hendra saat ditemui Medcom.id di Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu 28 Februari 2018.

Namun, Hendra optimistis Indonesia bisa berbicara banyak di Asian Games 2018 nanti. Hal itu mengacu kepada hasil pemusatan latihan yang dilakukan sejak delapan bulan lalu. Menurutnya, para pemanjat putra dan putri Indonesia kerap menunjukkan peningkatan catatan waktu memuaskan. Bahkan, beberapa kali dalam latihan tim Indonesia mampu memecahkan rekor catatan waktu. "Rekor dunia milik Indonesia catatan terbaik 5.30 detik. Sedangkan rekor dunia putri 7.38 detik, Indonesia kemarin bisa 6.96 detik yang dibuat Aries Susanti Rahayu," pungkasnya.

Cabang olahraga (cabor) panjat tebing mengusung target tinggi di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Tim panjat tebing asuhan pelatih kepala Caly Setiawan menargetkan dua medali emas di ajang multievent empat tahunan itu. Target tersebut dirasa cukup realistis. Mengingat, Indonesia memiliki sejumlah pemanjat andal macam Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu.

Hal itu yang membuat staf pelatih panjat tebing, Hendra Basir, yakin bisa meraih target dua emas di Asian Games. Target itu pun dirasa realistis walau diakui Hendra, Indonesia masih berpeluang menggondol lebih banyak medali.***

Komentar

Loading...