Tim Pemenangan Mualem Pertanyakan Data KPU Pusat

Tim Pemenangan Mualem Pertanyakan Data KPU Pusat
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Wen Rimba Raya, Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) dan Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid, menilai mulai ada pihak yang gencar melakukan permainan dan upaya masif untuk mengalahkan paslon Muzakir Manaf-TA Khalid dan memenangkan satu kandidat lain. Salah satu indikasinya sebut Wen, update dari perolehan suara yang masuk ke KPU Pusat tidak pernah berubah dan menambah prosentase untuk paslon Mualem-TA. “Bayangkan saja, sejak dua hari lalu, suara Mualem-TA tidak pernah naik dan berubah, sementara kandidat atau paslon lain terus bergerak. Padahal, prosentase terus naik,” ungkap Wen.

Penilaian itu disampaikan  Wen Rimba Raya kepada MODUSACEH.CO, Sabtu malam (18/2/2017). Kata Wen, ‘permainan’ ini sangat vulgar. Padahal sebutnya, semua berharap proses Pilkada Aceh 2017 ini, dapat berjalan secara normal, berdasarkan hasil yang jujur, transparan dan adil. “Tapi yang terjadi sebaliknya, sudah abnormal. Karena itu, kami menilai sudah ada permainan masif yang memang sengaja ingin mengagalkan dan mengalahkan Mualem-TA secara sistematis,” duga Wen Rimba Raya.

Wen juga mengkritik adanya kandidat yang mendahului hasil perolehan suara dari lembaga resmi yaitu KIP Aceh, dengan mempublikasi Quik Count (QC). “Lalu, disambut media dan mulai mengiring opini publik untuk pemenangan kandidat tertentu, mendahului keputusan KIP Aceh. Ini jelas tidak sehat,” sebut Wen. Yang jadi pertanyaan sebut Wen, apakah update data di KPU Pusat, Jakarta itu benar-benar telah disusupi pihak tertentu, atau memang telah terjadi peretasan (hacker) seperti disampaikan Ketua KPU Pusat, Jakarta, dua hari lalu.

“Aneh, KPU mengeluar pernyataan adanya yang meretas (hacker) situs mereka. Apakah ini sinyal ada pihak yang memang sengaja bermain. Sebab, sejak dua hari lalu suara Mualem tidak pernah bergerak, tapi kandidat lain bergerak,” gugat Wen, heran. Selain itu, Wen tetap berharap Pilkada 2017 ini tetap berjalan di atas rel dan jangan sampai menciderai perdamaian yang sudah terwujud di Aceh. “Tapi, posko-posko PA di Aceh Timur dibakar, ini upaya masif dari pihak yang bermain,” kata Wen, mengakhiri pendapatnya.***

Komentar

Loading...