Breaking News

Menuju PORA XIII Aceh Besar

Tim Pelatda Terima Keluhan Ketua Cabor

Tim Pelatda Terima Keluhan Ketua Cabor

Aceh Besar | Tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), Pekan Olaharaga Aceh (PORA) XIII-2018, Kabupaten Aceh Besar, menerima keluhan dari para Ketua Cabang Olahraga (Cabor). Itu disampaikan  dalam Rapat Koordinasi (Rakor), menghadapi PORA XIII yang berlangsung, 18-25 November 2018 di Kota Jantho Aceh Besar.

Rakor berlangsung di Aula Makodim 0101/BS,  Jumat (7/9/2018) malam, dipimpin Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.IP sebagai Ketua Tim Pelatda Aceh Besar yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0101/BS. Kegiatan tersebut dihadiri 22 dari 29 pengurus Cabor yang diikuti Aceh Besar pada PORA XIII.

Hadir pada Rakor ini, Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar, M.Si, Sekretaris Pelatda M Ali S.Sos MSi yang juga Asisten 1 Setdakab Aceh Besar, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Besar Yusri A SPd,  Sekretaris umum PP PORA Teuku Dahsya K Putra, dan para pengurus Tim Pelatda.

20180908-a2a84094-0c3c-4e5e-a8b6-c72738c68a1a

Dalam pertemuan tersebut, Tim Pelatda mendengarkan sejumlah masukan dan permasalahan dari para cabor terkait persiapan atletnya menuju PORA. Misal, pengadaan peralatan olahraga yang masih belum tersedia, serta dana pembinaan terhadap para atlet yang belum di cairkan PP PORA, juga permasalahan tempat latihan bagi cabor-cabor yang masih terkendala dengan administrasi dan dana.

Menjawab keluhan para Ketua Cabor, Ketua Tim Pelatda Aceh Besar Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto SIP mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi yang dilaporkan dari Cabor memang masih ada beberapa pemasalahan tapi tidak terlalu fatal, hanya masalah teknis saja. "Malam ini sudah sama-sama kita dengarkan dari Pak Sekda selaku Ketua PP PORA telah menyampaikan masalah anggaran, tapi untuk keputusan finalnya akan disampaikan setelah dipaparkan dihadapan Bupati Aceh Besar, lengkap dengan prestasi cabornya," ujarnya.

Namun demikian, untuk latihan yang dilakukan masing-masing Cabor dalam rangka Pelatda sudah berjalan 3 bulan dibelakang, pihaknya juga akan meningkatkan dalam latihannya dalam dua bulan ke depan dengan harapan saat bertanding nanti atlet mencapai high performance, sehingga tidak terjadi anti klimak dan bagus pada penilaian.

Kol Inf Iwan R juga menambahkan, memasuki dua minggu sebelum pertandingan, pihaknya merencanakan akan mengadakan latihan pembentukan karakter 3 atau 4 hari di suatu tempat yang belum bisa ditentukan dimana. "Yang jelas latihan itu untuk membentuk karakter, untuk memotivasi atlet sekaligus meningkatkan daya juang para atlet untuk PORA nanti," katanya.

Sementara untuk target, sebagai tuan rumah tetap harus dapat memperoleh medali emas sebanyak-banyaknya. "Kalau bukan juara umum itu bukan terget namanya," tegas Kolonel Iwan Rosandriyanto.

Ketua Umum PP PORA Drs Iskandar MSi yang juga Sekda Aceh Besar mengatakan. Pihaknya, dua atau tiga bulan lalu sudah menyampaikan bahwa kalau Cabor ingin melakukan pengadaan peralatan olahraga dapat dilakukan oleh masing-masing Cabor, atau tinggal mencari pihak rekanan yang sanggup menyediakan peralatan. Lalu, mengajukan ke dinas untuk dibayar.

"Sistem pengadaan barang ini tidak boleh sewakelola, karena kita tidak bisa buat barang, kecuali ada cabor yang bisa buat barang itu sendiri, boleh," tuturnya.

Tambah Iskandar, kalau cabor tidak sanggup menyediakan peralatan, mereka harus menyampaikan speknya ke dinas,  spek yang dibutuhkan seperti apa, biar dinas yang beli. Mungkin hal ini belum ada komunikasi dari cabor dengan pihaknya. "Dalam sistem pengadaan barang dan jasa, kalau memang kita tidak bisa buat sendiri, harus meminta pihak ketiga dan kita beli dari pihak ketiga,"ujar Iskandar.

20180908-360f981f-0ea3-4902-9f9d-b6f405253c02

Iskandar  menekankan kepada para Cabor, apabila dalam minggu ini tidak bisa memberikan spek atau penyedianya, nanti kita akan langsung menyediakan sendiri," tegasnya.

Pihaknya melibatkan Cabor untuk menyediakan peralatan, dikarenakan kalau dibeli langsung oleh dinas, takutnya mereka tidak bisa terima, karena  tidak sesuai spek , mereka protes dan sebagainya, maka kita berikan sepenuhnya kewenangan kepada cabor.

Sama halnya juga saat pertandingan pada pelaksanaan PORA, diberikan kewenangan untuk menyediakan peralatan pertandingan tersebut kepada Pengprov Cabor. Karena, mereka lebih tahu secara teknis, apalagi dengan kondisi sekarang ini teknologi peralatan olahraga berubah-rubah. "Mungkin kami dari dinas tidak mengerti atau paham sepenuhnya," jelasnya lagi.

Terkait permasalahan uang pembinaan yang belum dibayar, kata Iskandar, sebenarnya panitia sudah pernah diberikan pada tahun ini, dan uang pembinaan itu diberikan per bulan. Maka, setiap pencairan uang itu harus diberikan SPJ terlebih dahulu kepada panitia, apa yang sudah dilakukan, baru kemudian disalurkan untuk bulan selanjutnya.

Iskandar juga meminta agar SPJ dari Cabor harus segera diserahkan dengan harapan minggu depan sudah dapat dicairkan uang pembinaan bulan September 2018.

Hal tersebut juga termasuk juga untuk try out. "Diharapkan dari cabor-cabor untuk menyampaikan usulan karena harus di break down rinciannya apa, sekarang tinggal dari Cabor harus mengajukan pencairannya dan saya sudah perintahkan tadi kepada kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk segera dicairkan," kata Iskandar.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...