Tiga WNI Asal Aceh Terpidana Hukuman Mati, Kini Dipulangkan

Tiga WNI Asal Aceh Terpidana Hukuman Mati, Kini Dipulangkan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah memulangkan tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang terancam hukuman mati.

Demikian  disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, saat jumpa pers di kantornya, Kamis, 8 Agustus 2019. Adapun ketiga orang tersebut yaitu, Tarmizi bin Yacob beralamat di desa Kerucuo Barat, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Sulaiman bin Ismail, Meunasah Lhueng Kecamatan Jeunib, Bireuen dan Bustaman bin Bukhari, desa Lhong Baroe, Kecamatan Samalanga, Bireuen.

Alhudri mengatakan, atas nama Bustaman, Tarmizi dan Sulaiman mendapat pengampunan dari Yang Dipertuan Agong Malaysia untuk kedua kalinya, sehingga langsung dibebaskan dari penjara.

"Bustaman dan tarmizi ditangkap aparat kepolisian Malasyia pada April 1996. Sedangkan Sulaiman bin Ismail ditangkap Juli 2004. Ketiganya ditangkap di Kuala Lumpur dengan tuduhan membawa narkotika jenis ganja (carinabis)," ungkapnya.

Semula, setelah menjalani proses persidangan ketiga warga Aceh tersebut telah dijatuhkan hukuman mati yang bersifat final dan banding di Mahkamah Persekutuan Malasyia atas keterlibatan dan tindak pidana perdagangan narkotika.

Namun Pemerintah Republik Indonesia mengajukan surat permohonan pengampunan bagi ketiganya, hingga pada tanggal 9 November 2012 ketiga warga Aceh berhasil mendapat pengampunan. Sehingga hukuman mati diubah menjadi 20 tahun penjara. Dengan diberikan pengampunan kedua kalinya oleh Yang Dipertuan Agong Malaysia 29 Mei 2019, ketiga warga Aceh tersubut langsung bebas dan dipulangkan ke Indonesia atau Aceh.***

Komentar

Loading...