Breaking News

Jelang Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019

Tiga Panglima Sagoe Juli Tolak Praktik Money Politik

Tiga Panglima Sagoe Juli Tolak Praktik Money Politik
Penulis
Rubrik

Bireuen | Selain bertentangan dengan hukum, juga berpotensi merusak perdamaian. Itu sebabnya, tiga Panglima Sagoe di Kecamatan Juli Daerah 2, Wilayah Batee Iliek mendukung pemilu bersih dan tanpa kekerasan serta menolak keras praktik money politik bila diterapkan pada Pemilu 2019.

Penolakan itu ditegaskan Tgk Abdul Hanif, Pang Sagoe Lampoh Sabi, didampingi rekannya Tgk. Saiful Bahri, Pang Sagoe Kubu Habib dan Tgk. Ibrahim, Pang Sagoe Gunong Syuhada pada konferensi pers dengan sejumlah media, Kamis (7/2/2019) sore di Cofee Bireuen Parte.

Sebutnya, selama ini kerap bererdar isu adanya money politik. “Saat ini di lapangan beredar isu money politik. Jual beli suara anggota legislatif dengan harga Rp 300 ribu/satu suara. Isu ini berembus kencang di Bireuen dan berpotensi besar merusak perdamaian, disamping bertentangan dengan hukum,” ujarnya.

Sejurus dengan adanya isu itu, pihaknya dari tiga Sagoe di Juli, Bagian Daerah 2 Wilayah Batee Iliek menolak keras tindakan itu serta akan mengambil tindakan tegas bila politik uang terjadi lagi.

Menyikapi tentang itu, pihaknya telah membentuk satuan tugas (Satgas) di gampong-gampong,bekerjasama dengan tokoh masyarakat, Polsek dan masyarakat setempat untuk mengawal Pemilu bersih dan damai.

Dia meminta seluruh Sagoe KPA di Bireuen untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah mereka lakukan untuk menjaga pemilu bersih, damai tanpa kekerasan.

Katanya, Komite Peralihan Aceh (KPA) juga mendukung penuh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dalam menegakkan misinya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum yang bersih, efesien dan efektif.

“Melihat Pilkada 2017 lalu di Bireuen, sudah menjadi rahasia umum terjadi politik uang. Salah satunya karena Panwaslih kecolongan,” sebutnya.***

Komentar

Loading...