Breaking News

Tiga Kecamatan Tertinggi Peredaran Narkoba, Komisi A DPRK Minta Pemerintah Pidie Prioritaskan Pengamanan

Tiga Kecamatan Tertinggi Peredaran Narkoba, Komisi A DPRK Minta Pemerintah Pidie Prioritaskan Pengamanan
Ketua Komisi A DPRK Pidie, Jailani Alias Atok

Sigli | Terkait tiga kecamatan tertinggi peredaran narkoba, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, meminta pemerintah setempat agar memfokuskan pengamanan di daerah tersebut. Sehingga bisa menekan angka penggunaan dan peredaran narkoba di Kecamatan Mila, Delima dan Indrajaya.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRK Pidie, Jailani alias Atok, kepada MODUSACEH.CO, Kamis (20/6/2019), usai pembukaan sidang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Pidie tahun 2018, di Gedung DPRK setempat.

Menurut Atok sapaan akrab Jailani, jika tidak diawasi dengan ketat maka dikhawatirkan akan menjalar ke kecamatan lain yang ada di Pidie.

"Kita sangat mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, dalam mendeteksi peredaran narkoba," jelasnya.

Masih Atok Jailani, pemerintah harus bekerja sama dengan semua lembaga untuk memberantas narkoba di Pidie. Terutama BNNK dan Lembaga Anti Narkotika (LAN) yang sudah dibentuk di Pidie.

Artinya dewan harus siap membantu lembaga LAN untuk dialokasikan dana agar bisa mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

"Kita sangat anti dengan narkoba dan ini tugas kita semua," pinta Atok yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh (F-PA) DPRK Pidie.

Selanjutnya kata Atok Jailani, pemerintah harus mendukung lembaga yang bergerak di bidang anti narkoba. Bila perlu pemerintah mengalokasikan dana agar program lembaga ini bisa berjalan. Sehingga bisa mengurangi tugas pemerintah. "Intinya lembaga seperti LAN ini jelas keberadaannya dan ingin membasmi narkoba hingga ke akar-akarnya," paparnya.

Atok Jailani juga menegaskan, tidak ada tawar-menawar bagi pengedar narkoba di Pidie. Kepada pihak terkait agar lebih bisa menguasai informasi tentang posisi gembong narkotika dalam mengedar barang haram itu.

Sebab, jika tak diawasi dengan ketat  bukan tidak mungkin  Pidie menjadi ladang pengedar narkoba terbesar di Aceh.

"Saya juga berharap kepada aparat hukum agar mempersempit ruang gerak pengedar narkoba," pintanya.***

Komentar

Loading...