Breaking News

Tiba di Saudi, Menlu AS Desak MBS Selesaikan Kasus Khashoggi

Tiba di Saudi, Menlu AS Desak MBS Selesaikan Kasus Khashoggi
(AFP)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kompas.com

RIYADH | Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Arab Saudi dalam lanjutan rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah, Minggu (13/1/2019). Dalam kunjungannya ke Kerajaan Saudi, Pompeo kembali mendesak kepada Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman untuk mencari pertanggungjawaban dari para pelaku pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

"Kami akan melanjutkan pembicaraan dengan pangeran mahkota dan pemerintahan Saudi untuk memastikan para pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Pompeo, saat akan meninggalkan Qatar.  "Kami akan memastikan semua fakta yang ada sehingga mereka dapat dimintai pertanggungjawaban, tak hanya oleh Saudi, namun juga AS," tambahnya, dilansir AFP.

Setibanya di Riyadh, Minggu (13/1/2019), Pompeo mendorong Arab Saudi untuk tidak berhenti menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi yang telah menggemparkan dunia. Di Riyadh, Pompeo bertemu dengan Menteri Urusan Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir dan Duta Besar Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman. Kasus pembunuhan Khashoggi yang bermula dari hilangnya jurnalis Washington Post itu saat mengunjungi kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Kasus ini telah sampai pada dimulainya persidangan terhadap 11 tersangka pembunuh Khashoggi oleh pengadilan Saudi, dengan lima tersangka diancam hukuman mati. Meski demikian, identitas para tersangka yang telah ditahan pihak otoritas Saudi hingga kini masih belum diungkapkan ke publik. Banyak yang menyebut di antara tersangka terdapat petinggi Kerajaan Saudi, termasuk orang dekat MBS, yang membawa pangeran mahkota mendapat kecaman dari dunia internasional.

Kunjungan Pompeo ke Arab Saudi menjadi rangkaian dari perjalanan selama delapan hari ke delapan negara di kawasan Timur Tengah. Selain Arab Saudi, Pompeo juga telah mengunjungi Yordania, Mesir, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab, dan akan melanjutkan ke Oman dan berakhir di Kuwait. Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan menyusul pengumuman Presiden Donald Trump yang ingin menarik pasukan AS dari Suriah dan Afghanistan.***

 

Komentar

Loading...