Terkait Pengukuhan Wali Nanggroe Tengku Malek Mahmud Al-Haytar

Tgk Ni: Jangan Gunjing, Hujat dan Permalukan Orang Tua Kami!

Tgk Ni: Jangan Gunjing, Hujat dan Permalukan Orang Tua Kami!
Panglima (Ketua) Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini (Tgk Ni). Foto: portalsatu.com

Banda Aceh | Ketua Komite Mualimin Atjeh (KMA), Madjeulih Ex Tripoli Libya, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah atau akrab disapa Tgk Ni, dengan tegas meminta dan menghimbau kepada masyarakat dan politikus Aceh untuk tidak mengunjing, menghujat dan mempermalukan Tengku Malek Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh.

“Kami mendukung sepenuhnya Tengku Malek Mahmud Al-Haytar untuk segera ditetapkan dan dikukuhkan kembali sebagai Wali Nanggroe Aceh periode berikutnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA),” tegas Tgk Ni kepada media ini, Rabu sore (12/12/2018) di Banda Aceh.

Menurut Tgk Ni, sejak awal sampai saat ini dan akan datang, pihaknya tetap kokoh berdiri dengan segala kekuatan yang dimiliki untuk mendukung secara penuh dan loyal kepada pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) almarhum Tgk Hasan Muhammad Ditiro (Wali Nanggroe Aceh ke-8) dan pimpinan GAM, Tgk Malek Mahmud Al-Haytar (Wali Nanggroe Aceh ke-9), yang telah menandatangani MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dengan GAM, 15 Agustus 2005 di Finlandia.

“Kami secara langsung menimba ilmu perang grilya, pendidikan, politik, sejarah dan strategi diplomasi dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh ke-8 dan Wali Nanggroe Aceh ke-9. Kedua beliau adalah orang tua dan guru kami selama di Tripoli-Libya, Swedia, Malaysia dan Aceh,” sebut Panglima (Ketua) Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase ini.

Kata Tgk Ni. “Untuk konteks Aceh, belakangan ini tidak ada sosok lain yang patut dan disepandankan dengan beliau. Termasuk di internal GAM, dalam kepentingan kedudukan Wali Nanggroe, guna kepentingan nasional Aceh masa kini,” ungkapnya.

Itu sebabnya, Tgk Ni meminta kepada semua elemen masyarakat Aceh, untuk tidak melakukan manuver politik sehingga merusak perdamaian dan memperkeruh suasana menjelang Pileg dan Pilres 2019, yang selama ini sudah sangat aman serta kondusif, dirasakan rakyat Aceh. 

“Bagi yang melakukannya, kami minta segera menghentikan manuver tersebut,” tegas Tgk Ni kembali.***

Komentar

Loading...