Terkait Pendirian Masjid Al-Taqwa Muhammadiyah

Tgk. H. Faisal Ali: Musyawarah Adalah Solusi Untuk Masyarakat Samalanga

Tgk. H. Faisal Ali: Musyawarah Adalah Solusi Untuk Masyarakat Samalanga
Tgk. H. Faisal Ali
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Rekomendasikan solusi untuk masyarakat Samalanga, terkait permasalahan pembanguan Masjid Al-Taqwa di Sanggoe, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, telah merekomendasikan permasalahan yang terjadi di Samalaga. Melalui MPU di Kabupaten Bireuen, isinya dari agar pembangunan dihentikan, dan dilakukan musyawarah, antara Muhammadiyah dan masyarakat yang ada di Samalaga.

Nah, dari hasil rapat tersebut itulah yang akan menjadi pegangan bagi masyarakat atau Pengurus Muhammadiyah di sana.

“Ini solusi yang sangat tepat, bagaimana hasil musyawarah itulah yang nantinya dipegang semua pihak. Yang perlu dipegang semuanya adalah, keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Bireuen. Tetapi, dalam setiap pelaksanaan shalat, apakah shalat 5 waktu, shalat Jumat di masjid, harus menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, kedamaian. Ini yang perku di perhatikan dalam mengatasi permasalahan itu sendiri,” kata Tgk. H. Faisal Ali, Wakil Ketua MPU Aceh yang ditemui, Kamis (4 Oktober 2018) pagi tadi.

Wakil Ketua MPU Aceh ini juga sempat menyingung tentang, masyarakat Samalanga yang dulunya pernah, sepakat masjid itu hanya di Keude Aceh. Sekarang, untuk merubah kesepakatan yang ada, harus dibuat musyawarah yang lain. Karena akan terkait dengan kejadian yang terjadi selanjutnya.

“Ini bukan semata-mata dipengaruhi Muhammadiyah, karena di Samalanga itu, antara yang bukan Muhammadiyah juga punya masalah. Misal, masjid yang ada di Desa Balee. Atas kesepakatan masyarakat Aringan, mendirikan masjid dan shalat Jumat di masjid yang ada di Desa Balee itu. Sekarang, satu tahun atau dua tahun yang lalu, ada mimbar dibawa ke sawah. Itukan perpecahan, perbedaan antara sesama, dan di luar Muhammadiyah," jelasnya.

“Jadi banyak hal-hal, yang muncul di Samalanga yang kita lihat. Sehingga perlu adanya musyawarah, kebersamaan. Kenapa? Karena ini bukan sesuatu, yang wajib, kalau misalnya sesuatu yang wajib, jangan kita musyawarahkan. Pembangunan masjid bukan sesuatu yang wajib, yang harus kita lakukan ataupun kita tiadakan. Prinsip yang paling utama di situ adalah, musyawarah, antara sesama masyarakat, untuk melihat berbagai hal, yang ada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam hal ini, dia juga menyampaikan, bahwa, ini bukan dilihat dari boleh atau tidaknya mendirikan Masjid Muhammadiyah. Namun, ditinjau dari kesepakatan masyarakat setempat. Karena pada dasarnya, setiap produk hukum, juga harus memperhatikan sosial masyarakat itu sendiri. MPU Aceh, ingin menyelesaikan hal ini, dengan melihat hal-hal yang bersifat kemaslahatan.***

Komentar

Loading...