Breaking News

Terkait KPK Geledah Kantor SPAM Kementerian PUPR

Teuku Nazar, Mantan Satker Dinas Cipta Karya Aceh Ikut Terjaring

Teuku Nazar, Mantan Satker Dinas Cipta Karya Aceh Ikut Terjaring
Teuku Nazar (Foto: Tempo)

Banda Aceh | Ternyata, satu dari delapan pemberi dan penerima suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu, 30 Desember 2018 di Jakarta, merupakan mantan Satker Pipa, Dinas Cipta Karya Aceh.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (31/12/2018) menyebutkan. Satu dari delapan nama tadi, satu diantaranya Teuku Nazar. "Iya (ada penggeledahan terkait kasus suap)," ujar Febri Diansyah.

Sebelumnya, Tim KPK menggeledah kantor Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (Satker SPAM) berkaitan dengan kasus suap.

Kantor Satker SPAM yang berada di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu berada di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Penyidik juga KPK menyita satu unit mobil SUV terkait kasus tersebut. Mobil itu disita dari salah satu tersangka Anggiat Partunggul Nahot Simaremare. KPK juga menyita uang rupiah dan valas di rumah Anggiat.

Sejauh ini, sudah ada delapan orang yang ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, terkait posisinya sebagai pemberi antara lain; BSU (Budi Suharto), Dirut PT WKE, ditahan di rutan KPK C1. Kedua, LSU (Lily Sundarsih), Direktur PT WKE, ditahan di rutan KPK K4. Ketiga, IIR (Irene Irma), Direktur PT TSP, ditahan di Rutan Polda Metro dan keempat, YUL (Yuliana Enganita Dibyo), Direktur PT TSP, ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan (Jaksel).

Selain itu yang diduga sebagai penerima adalah,  ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare), Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung, ditahan di Rutan Guntur. MWR (Meina Woro Kustinah), PPK SPAM Katulampa, ditahan di Rutan Polres Jaksel. Ketiga, TMN (Teuku Moch Nazar), Kepala Satker SPAM Darurat, ditahan di Rutan Polres Jakpus dan empat, DSA (Donny Sofyan Arifin), PPK SPAM Toba 1, ditahan di Rutan Guntur.

KPK sudah menyita uang sebesar Rp 3.369.531.000, SGD 23.100, dan USD 3.200. Total suap Rp 5,3 miliar, USD 5.000, dan SGD 22 ribu diduga diterima para tersangka. Warga Aceh lagi!***

Komentar

Loading...