Breaking News

Dibalik Pemecatan Edi Obama dan Kabar Aliran Dana Rp 8 Miliar

Teuku Kemal Fasya: Edi Obama dan Nova Harus Buktikan

Teuku Kemal Fasya: Edi Obama dan Nova Harus Buktikan
google.com

Banda Aceh | Kisruh berujung pemecatan Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen Edi Saputra, dinilai akademisi Universitas Negeri Malikussaleh Lhokseumawe, Teuku Kemal  Fasya sebagai hal biasa.

Bagi saya, itu hal biasa saja. Maksudnya, ada “pergerakan” sebagai bentuk lain dari “pemberontakan” yang dilakukan Edi Obama. “Tentu, kalau dibiarkan akan berbahaya bagi keutuhan sebuah partai. Maka, jalan yang paling mudah adalah pemberhentian,” katanya pada media ini, Sabtu malam (6/10/2018).

Tapi kata Teuku Kemal, sejauhmana kebenaran pengakuan Edi Obama, ini juga perlu dibuktikan. Misal, dia pernah memberikan pinjaman uang Rp 8 miliar untuk Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 lalu.

Sebaliknya, Nova Iriansyah juga harus membuktikan apa yang telah disampaikan Edi Obama kepada publik secara terbuka. “Kalau tidak, tentu mempermalukan diri sendiri. Ini sebagai upaya mengantisipasi riak-riak yang dilakukan Edi Obama agar tidak menular di tempat lain dan akan merugikan demokrasi itu sendiri. Sebab, ini jelang tahun politik 2019,” ulas Teuku Kemal.

Akademisi Universitas Negeri Malikussaleh Lhokseumawe ini juga berpendapat. “Saya melihat, ini adalah fenomena politik biasa saja. Sebab, ketika Edi Obama dipecat, Pengurus DPC Bireuen dan kecamatan, tidak menunjukan sikap solidaritas kepada Edi Obama. Misal, mundur bersama atau mogok dan protes,” nilai Teuku Kemal. (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 8/10/2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...