45 Tahun PT. Bank Aceh Syariah

Tetap Kokoh, Berkembang  dan Kebanggaan Rakyat Aceh

Tetap Kokoh, Berkembang  dan Kebanggaan Rakyat Aceh
dok.MODUSACEH.CO
Rubrik

 

Senin, 6 Agustus 2018, merupakan hari yang bersejarah bagi PT. Bank Aceh Syariah. Maklum, bank kebanggaan rakyat Aceh ini telah memasuki usia ke 45. Tentu, catatan waktu yang penuh perjuangan   untuk   terus   berkembang dan mensosialisasikan ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekah serta nusantara, Indonesia. Begitupun, di usia ke-45 tahun, Bank Aceh Syariah tanpa melalui berbagai kondisi pasang surut. Namun, bank ini mampu dan tetap kokoh berdiri serta terus berkembang hingga saat ini.

Banda Aceh | Selain berhasil menoreh berbagai prestasi dari dunia perbankan di tanah air, Bank Aceh Syariah juga telah mampu memberikan sumbangsih yang signifikan kepada Pemerintah Aceh. Ini dibuktikan dengan  pembagian total deviden yang diterima selama 5 tahun terakhir. Jumlahnya mencapai 1 triliun.

Untuk tahun 2018 misalnya, Bank Aceh Syariah kembali mendapat apresiasi nasional atas kinerja keuangan 2017, yakni meraih lima penghargaan sekaligus pada even penghargaan Bank Umum Syariah Nasional “Karim Award 2018”.

Kinerja keuangan Bank Aceh pada 2016 dan 2017 memang menunjukkan trend positif, yaitu dana pihak ketiga Bank Aceh naik dari Rp 18,76 T pada 2016 menjadi Rp 22,07 T pada 2017, sehingga bank ini meraih peringkat satu pertumbuhan pendanaan. Selain itu, pada 2017 juga berhasil menurunkan angka Non Performing Financing (NPF) atau kredit bermasalah, netto menjadi 0.04 persen yang tahun sebelumnya (2016) 0.07 persen.

20180807-haizir-sulaiman

Plt  Direktur   Utama Bank Aceh Syariah,   Haizir   Sulaiman (foto: Dok. Bank Aceh Syariah)

“Bank Aceh juga mendapatkan peringkat pertama terbaik untuk menjaga efisiensi operasi bank di angka 83,05 pada tahun 2016 berhasil diturunkan menjadi 77,99. Kemampuan Bank Aceh untuk meraih laba juga meningkat dari tahun 2016 ke 2017, yaitu 2,48 menjadi 2,50,” kata Pelaksana Tugas (Plt)   Direktur   Utama Bank Aceh Syariah,   Haizir   Sulaiman.

Khusus penghargaan kategori The Magnificent Bank, kata Haizir merupakan penghargaan kepada bank yang selama 2017 telah melakukan extraordinay effort dalam industri Perbankan Syariah. Penghargaan tersebut hanya diperoleh tiga bank dengan kriteria sangat ketat. Salah satunya Bank Aceh yang merupakan salah satu Bank Umum Syariah.

“Alhamdulillah, tahun 2018 kami diberi apresiasi di tingkat nasional nasional untuk berhak mendapatkan lima penghargaan ‘Karim Award 2018’ dan memperoleh peringkat 1 untuk setiap kategori dengan total aset di atas 20 triliun. Ini merupakan apresiasi yang patut disyukuri dan terus ditingkatkan oleh Bank Aceh,” ujar Haizir Sulaiman.

Semua itu kata Haizir, merupakan salah satu bukti konsistensi Bank Aceh sebagai bank daerah yang semakin diperhitungkan pada level Bank Umum Syariah nasional, setelah bank ini melakukan konversi sepenuhnya dari sistem konvensional kepada.

“Konversi yang dilakukan Bank Aceh merupakan keputusan yang tepat untuk meningkatkan ekonomi daerah berbasis kerakyatan berkonsep ekonomi Islam. Kami berharap semoga bank lain dapat mengikuti jejak Bank Aceh dalam rangka memajukan sistem perekonomian syariah di Indonesia,” harap Haizir.

Haizir menambahkan, dengan konversi itu, Bank Aceh terus menunjukan trend positif tidak hanya dari segi kinerja keuangan, tetapi juga dari sisi eksistensinya yang turut didukung nasabah setia serta masyarakat Aceh.

“Untuk periode Desember 2017 total aset mencapai Rp 22, 7 triliun dengan profitabilitas laba Rp 532 miliar. Sedangkan total pembiayaan mencapai Rp 12,84 triliun dan total DPK mencapai 18,50 triliun,” sebutnya.

20180807-kinerja-bank-aceh02

Sesuai dengan visi dan misi Bank Aceh. Itu dilakukan dengan upaya seperti mendongkrak   pembiayaan-pembiayaan   pada   sektor   ril serta produktif. “Pencapaian-pencapaian yang telah diraih Bank Aceh selama ini tidak serta merta membuat Bank Aceh berbangga diri, karena kita menyadari masih terdapat kelemahan yang perlu   perbaiki   dan  sempurnakan. Semua ini   demi   kemajuan  bersama,” kata Haizir Sulaiman.

Terutama   dari system teknologi yang dimiliki saat ini, perlu tingkatkan lagi sesuai dengan kebutuhan nasabah, sehingga nasabah Bank Aceh dapat terlayani dengan baik dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan.

“Untuk memeriahkan hari jadinya ke 45, Bank Aceh juga melaksanakan beberapa kegiatan seperti Tabligh Akbar bersama Ust. Abdul Somad, tanggal 18 Agustus 2018   di   Lapangan   Blang   Padang   Banda   Aceh,   yang   dirangkai   dengan   Deklarasi Membangun Ekonomi Syariah Menuju Kejayaan. Ini menjadi Tema HUT Bank Aceh Ke-45,” sebut Haizir Sulaiman.

Kegiatan ini juga  sebagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang ekonomi syariah. Selain itu, ada kegiatan sosial berupa santunan Anak Yatim dan Gowes Bank Aceh, yang menjadi agenda rutin pada Ulang Tahun Bank Aceh.***

“Dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Aceh, kita diharapkan bank kebanggaan rakyat Aceh ini dapat terus memberikan sumbangsih yang terbaik bagi Provinsi Aceh di masa yang datang. Selamat Ulang Tahun Ke- 45 Bank Aceh.***

Komentar

Loading...