Breaking News

Tertangkap Tangan Kirim Ganja, PNS BNP Aceh dan Mahasiswi Diciduk Polisi

Tertangkap Tangan Kirim Ganja, PNS BNP Aceh dan Mahasiswi Diciduk Polisi

Banda Aceh | Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh berhasil menangkap, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh berinisial ND (54). Wanita paruh baya ini tertangkap tangan saat hendak mengirim narkoba jenis ganja melalui jasa pengiriman Elteha di Jalan T. Imum Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Kamis (4/10/18) sekira pukul 12.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto SH melalui Kasat Resnarkoba, AKP. Budi Nasuha Naruwu, SH menerangkan. Penangkapan itu berawal saat pihaknya menerima informasi dari masyarakat, jika pelaku sudah beberapa kali mengirim barang haram tersebut melalui jasa pengiriman Elteha.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka Nuri Darlina (ND) sedang akan mengirimkan barang bukti berupa narkotika jenis ganja,menggunakan jasa pengiriman Elteha. Barang bukti narkotika jenis ganja tersebut akan dikirim ke Jalan Matraman Nomor 15 Restoran Abu Nawas, Jakarta dengan nama penerima Suryadi, yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Setelah dilakukan penangkapan tersangka ND mengaku mendapat barang bukti dari HK (20), mahasiswi sebuah Universitas di Banda Aceh. Lalu, polisi menangkap HK di Kantin BPN Kota Banda Aceh sekira pukul 13.30 WIB. Kemudian, kedua pelaku dibawa ke Polresta Banda Aceh dan diserah terimakan kepada Juru Periksa Unit I Sat Res Narkoba Polresta Banda Aceh, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Budi Nasuha menjelaskan, dari pemeriksaan awal, ternyata ND mendapatkan barang bukti ganja dari Saini (DPO) melalui perantara HK. ND menerima barang bukti ganja dari HK pada Kamis, 04 Oktober 2018 sekira pukul 12.00 WIB di Simpang Mesra, Banda Aceh.

"ND mendapatkan perintah dari Saini (DPO) untuk membawa dan mengirimkan barang bukti narkotika jenis ganja tersebut dengan menggunakan jasa pengiriman Elteha. ND menerima uang Rp 250 ribu dari Saini melalui perantara HK, sebagai biaya dan upah untuk mengirimkan barang, dengan rincian Rp 168 ribu untuk biaya pengiriman sedangkan selebihnya Rp 82 ribu upah untuk ND," ungkapnya.

Pada polisi, ND juga mengakui telah tujuh kali mengirimkan ganja milik Saini dengan menggunakan jasa pengiriman. Jasa pengiriman yang digunakan yaitu Kantor Pos Darussalam sebanyak tiga kali, jasa pengiriman barang Kantor Pos di Simpang Mesra satu kali dan menggunakan jasa pengiriman Elteha sebanyak tiga kali.

"BB yang berhasil kita sita ganja seberat 2,7 kilogram 1 (satu) unit HP merek Nokia warna hitam, dan Resi pengiriman barang dengan nomor pengiriman BTJ01M355322, dibawa ke Mapolresta Banda Aceh guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, dua orang DPO langsung kita kejar," harapnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...