Korupsi Semakin Marak di Aceh

Tersangka Kasus PDKS Simeulue Belum Ditahan

Tersangka Kasus PDKS Simeulue Belum Ditahan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Jaksa Utama Muda Irdam, SH, MH, diwakili Kasi Penkum Kejati Aceh, Munawar Hadi mengatakan.  Kasus  korupsi semakin marak terjadi di daerah Aceh. Namun, pemberitaan tentang hal tersebut masih kurang di media massa.

Itu disampaikan pada media ini, saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Lamcot, Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Selasa sore (11/12/18).

Katanya, kasus korupsi masih terus berlanjut. Pihaknya selalu melakukan evaluasi. "Setiap daerah Aceh memiliki kasus korupsi. Termasuk, di Lhokseumawe  ada kasus dana desa, di Aceh Jaya kasus pada Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Tapi penanganan kasus tersebut sangat lama, karena beberapa faktor. Termasuk kekurangan personil di Kejati.

“Karena kurang personil, kemudian auditnya lama keluar. Seperti pengalaman saya di daerah. Itu kelemahan kita di kejaksaan, berbeda dengan KPK yang bisa mengaudit sendiri,” tegasnya.

Lanjutnya, kasus korupsi yang terjadi di Aceh bukan mangkrak atau menunggak. Tapi, masih dalam proses penyelidikan. Sehingga itu dinamakan tunggakan intel.

“Yang punya tunggakan dilidik dan belum melimpahkan ke penuntutan, kecuali tunggakan di Kasi Pidsus (Pidana khusus). Jika ada kasus yang dibawa ke tahun selanjutnya, baru dinamakan tunggakan,” tegasnya.

Kerena itu butuhkan kesabaran. Karena, kasus korupsi tidak sama dengan narkoba. Walaupun pihaknya, menginginkan penangkapan kasus korupsi bisa langsung diringkus seperti kasus narkoba.

“Penyelidikan kasus korupsi sulit, butuh waktu lama dan harus ada bukti-bukti yang akurat,” ungkapnya.

Terkait kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012 dengan indikasi kerugian Rp 51 miliar dari jumlah penyertaan modal yaitu, Rp 227 miliar yang bersumber dari APBK Simeulue,  dan diduga melibatkan mantan Bupati Simeulue ini. Katanya masih dalam proses penyelidikan. Sehingga, tersangka kasus tersebut belum dapat di tahan.

"Jika ditangkap, sedangkan kasusnya masih dalam proses penyelidikan, maka akan cepat keluar. Karena masa tahanan sudah habis,” kata Munawar. 

Menurutnya, kasus korupsi PDKS pihak terdekat juga terlibat, termasuk dari keluarga tersangka yang melakukan korupsi itu. “Masih kita kumpulkan bukti-bukti dan segera kita proses,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. Ada dua tersangka baru yang ditetapkan yaitu mantan Direktur Utama (Dirut) PDKS, AU dan Dirut PT Pandatu Daru berinisial A yang juga anak Darmili, mantan Bupati Simeulue yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama. Darmili sendiri ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Maret 2016, namun hingga kini belum disidangkan.***

Komentar

Loading...