Teror Terhadap Wartawan, Ketua PWI Pidie: Mahyuddin Jangan Gentar, Segera Lapor Polisi!

Teror Terhadap Wartawan, Ketua PWI Pidie: Mahyuddin Jangan Gentar, Segera Lapor Polisi!
Ketua PWI Kabupaten Pidie, Idris Ismail,S.Ag (Foto: Amiruddin)

Sigli | Ketua PWI Kabupaten Pidie, Idris Ismail,S.Ag, mengutuk keras tindakan teror terhadap Mahyuddin, wartawan MODUSACEH.CO, liputan Aceh Timur dan Kota Langsa. Sebab kata Idris, jika persoalan berita dan ada pihak yang merasa dirugikan, maka silahkan minta serta gunakan hak jawab. Bukan sebaliknya, main ancam dan teror.

"Saya sangat kecewa terhadap oknum yang meneror wartawan, apapun yang diberitakan wartawan pastinya sudah memenuhi unsur. Sebab wartawan bekerja sesuai dengan aturan atau UU Pers No 40 tahun 1998 dan Kode Etik Jurnalistik," tegas Idris Ismail yang akrab disapa Abu Rih ini.

Baca: Pasca Memberitakan Putri, Wartawan MODUSACEH.CO Diteror OTK

Kata Abu Rih, apa yang diberitakan Mahyuddin merupakan bagian dari tugas dan perhatian seorang wartawan terhadap kondisi nyata masyarakat. Bahkan tugas wartawan untuk mempublikasi apa pun yang terjadi dilingkungan masyarakat.

Menyangkut berita ada warga di Aceh Timur yang tidak makan, karena tak ada beras, itu merupakan kontrol sosial yang dilakukan wartawan. "Saya berharap kepada Mahyuddin jangan gentar menghadapi teror apapun dan dari siapa pun ," pinta Abub Rih.

Selanjutnya, Idris juga meminta aparat Kepolisian di Aceh Timur untuk mengusut kasus ini sebelum adanya korban. Sebab, apa yang dilakukan OTK terhadap Idris merupakan tindakan pembungkaman terhadap media pers dan wartawan.

"Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak bertindak semena-mena terhadap wartawan dan Mahyuddin segera melaporkan masalah ini kepada polisi," tegas dia.

Abu Rih juga meminta kepada siapa pun, untuk tidak melakukan teror atau mengancam wartawan. Sebab wartawan di lindungi undang-undang dan mereka bekerja sesuai aturan. Nah, apa yang dilakukan oknum peneror kekanak-kanakan karena Mahyuddin sudah memberitakan yang benar.***

Komentar

Loading...