Breaking News

Tender Sport City PORA Aceh Besar 2018

Ternyata PT. Tangga Batu Jaya Abadi Masuk Daftar Hitam

Ternyata PT. Tangga Batu Jaya Abadi Masuk Daftar Hitam
Dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Jantho | PT. Tangga Batu Jaya Abadi, pemenang lelang Paket Pembangunan Jantho Sport City, Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII Aceh Besar, masuk daftar hitam. Itu dapat dilihat dari laman website Inaproc, Daftar Hitam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam daftra hitam itu juga disebutkan, masa berlaku sejak tanggal 12 Febuari 2018 sampai dengan tanggal 11 Febuari 2020. Padahal, seperti dipublikasi melalui laman LPSE Aceh Besar, PT. Tangga Batu Jaya Abadi menjadi pemanang tender dalam Pembangunan Gedung Olahraga Basket, Voly, Angkat Berat dan Tenis Meja, (Jantho Sport City) dengan pagu Rp 20,3 miliar lebih.

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Nasruddin Bahar menilai. Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh Besar, tidak profesional dalam memilih calon pemenang lelang. Padahal, dalam era digital sekarang ini seharusnya Pokja ULP jeli dan proaktif dalam mencari informasi, tentang status perusahaan yang akan ditunjuk menjadi pemenang tender.

“Dalam melakukan evaluasi penawaran, Pokja seharusnya tidak cukup menerima informasi yang diberikan calon perusahaan pemenang, bisa jadi dokumen yang disampaikan terdapat informasi yang asli tapi palsu, karena banyak ditemukan rekanan yang tidak jujur dalam memberikan informasi,” ujar Nasruddin pada media ini, Jumat, (2/3/18).

Itu sebabnya, dia mendesak mendesak Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA), untuk segera membatalkan pemenang tender, yaitu PT. Tangga Batu Jaya Abadi karena perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam di LKPP, sehingga, tidak terjadi temuan dikemudian hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Besar, Drs. Sulaimi mengatakan. Menyangkut masalah tender merupakan kewenangan Pokja ULP. Termasuk, yang menentukan pemenang tender. Namun, dirinya mengakui telah menyampaikan temuan tersebu pada Pokja ULP. ”Kami bukan menolak hasil lelang Pak. Apabila ada kesalahan, kami konsultasi dengan ULP Pak,” ungkapnya.***

 

Komentar

Loading...