Dibalik Gemerlap Pembukaan PKA Ke-7

Ternyata Pimpinan Parpol di Aceh tak Diundang

Ternyata Pimpinan Parpol di Aceh tak Diundang
dok.MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Gemerlap dan spektakulernya pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7, Minggu malam pekan lalu di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, menyisakan rasa kecewa terhadap pimpinan partai politik (parpol) di Aceh.

“Sampai saya berangkat ke Jakarta, Sabtu pekan lalu, kami  tidak menerima ada undangan,” kata Ketua PAN Aceh, Anwar Ahmad saat dikonfirmasi media ini, Selasa (7/8/2018) di Banda Aceh.

Kata Anwar, harusnya semua pimpinan parpol di Aceh diundang. Sebab, ini perhelatan akbar seni dan budaya Aceh, yang diselenggarakan empat tahun sekali.

“Apalagi yang kita pamerkan kebudayaan. Lalu, kenapa tidak ada undangan? Itu yang saya tidak paham,” ungkap bakal calon anggota DPD RI asal Aceh pada Pileg 2019 mendatang.

Bahkan menurut Anwar, harusnya bukan sekedar undangan pembukaan, tapi pawai kebudayaan juga, mengundang pimpinan  parpol di Aceh. “Apalagi ini tahun politik, harusnya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memperekat hubungan baik dengan semua level. Termasuk pimpinan parpol,” sebut Anwar.

Dia berpendapat, dengan haadirnya pimpinan parpol, tentu dapat memberi semangat lebih pada event PKA Ke-7. “Biasanya undangan itu sudah disetting sebelumnya. Tapi, kami tidak mendapatkannya. Harusnya kami diberitahu, apakah memang lupa atau sengaja tidak diundang,” ujar Anwar Ahmad.

20180807-pembukaan-pka-ke-7

Menteri Pendidikan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy membuka PKA Ke-7 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Minggu malam (foto: Disdik Aceh)

Pengakuan serupa juga disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil. “Nasdem juga tidak diundang dan sudah saya cek ke kantor,” jelas Zaini. Karena itu, dia mengaku tidak hadir secara formal.

“Pertama, untuk hadir tentu harus ada undangan, apalagi perhelatan akbar sebesar itu. Ketika ada undangan, pasti kita datang, kecuali berhalangan. Pertanyaannya, kenapa tidak ada undangan ? Apalagi ini untuk kepentingan daerah. Parpol juga ingin memberi apresiasi dengan PKA-Ke 7 ini. Tapi, saya tidak mendapat diundang,” ungkap Zaini.

Menurutnya, kebiasan selama ini pihaknya selalu mendapat undangan pada kegiatan Pemerintah Aceh. “Karena saat ini tidak diundang, maka jadi tanda tanya. Kita sayangkan. Nasdem memang tidak ada undangan,” jelas berulang-ulang.

Kecewa? Tanya media ini. “Saya tidak mengatakan kecewa, tapi seharusnya ada undangan. Kalau kita bilang lalai, tidak lalai.Kalau kita sebut tidak lalai, tapi buktinya kami tidak ada undangan,” tegas Zaini Djalil, yang juga bakal calon anggota DPR RI dari Dapil I Aceh ini.

Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid juga mengaku tak mendapat undangan. “Saya baru kembali dari Jakarta. Dan, setelah saya cek di kantor, tak ada undangan, yang ada hanya undangan makan malam, sedangkan pembukaan PKA Ke-7 tidak ada,” jelas TA. Khalid singkat. Lantas, apa kata Pemerintah Aceh atau panitia pelaksana? Hingga petang ini belum ada yang bersedia dikonfirmasi. "Maaf Bang, jangan saya, tanya saja langsung kepada Plt Gub atau Humas dan jurubicara," kata seorang staf di Sekdaprov Aceh, mengelak.***

Komentar

Loading...