Sayap Shark Aero Patah di Lam Awe Pekan Bada

Ternyata Milik Lukman CM

Ternyata Milik Lukman CM
dok.MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pesawat Shark Aero PK-S121 yang dipiloti Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dari Calang, Kabupaten Aceh Jaya, mendarat darurat di kawasan Lam Awe, Pekan Bada Pancu, Aceh Besar. Sayap kanan dan baling-baling patah. Namun, Irwandi Yusuf bersama Taqwallah selamat.

Seakan tak percaya. Seorang warga Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mengaku kaget, saat melihat pesawat kecil tiba-tiba oleng, kemudian mendarat mendadak di bibir pantai. “Prak, dum..dum,” begitu suara terdengar. Pesawat itu terseret di pasir hingga sayap kanan dan baling-baling patah,” kata warga tadi yang mengaku bernama Usman (50). Begitupun, tak ada percikan api. “Dari kejauhan saya lihat keluar dua orang, yang kemudian saya kenal adalah Pak Irwandi,” sebut Usman.

Sabtu sore, 17 Februari 2018. Untuk pertama kali  pesawat Shark Aero yang dipiloti Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengalami kecelakaan. Berita itu begitu cepat menyebar, terutama melalui media sosial. “Alhamdulillah Pak Irwandi selamat,” ucap Usman.

Memang, sebelum mendarat darurat di pantai Lam Awe, Peukan Bada, Aceh Besar, Aceh, Sabtu sore, 17 Februari 2018. Irwandi Yusuf sempat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Utara, Aceh Timur, Lhoksemawe, Nagan Raya dan Aceh Barat. Tujuannya, mengecek proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Aceh Barat. Irwandi terbang bersama Asisten II Setda Aceh dr. Taqwallah.

Nah, usai dari Calang, Aceh Jaya, Irwandi Yusuf bersama Taqwallah, kembali terbang ke Banda Aceh bersama pesawat Shark Aero sekira pukul 14.00 Wib. Semula kata Irwandi Yusuf dalam jumpa pers, di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu malam pekan lalu, dirinya aman-aman saja. “Ini hari terakhir, saya berangkat dari Calang balik ke Banda Aceh sekitar jam 2 siang , ngak ada apa-apa, semua berlangsung oke,” ujar Irwandi Yusuf.

Namun, saat terbang setinggi 3.500 kaki atau satu kilo meter dari permukaan laut, tiba-tiba di atas Leupung, Aceh Besar, pesawat mendadak mesinnya ngadat karena bahan bakarnya tidak naik. Itu sebabnya, kata Irwandi Yusuf, ia mengambil keputusan untuk mendarat darurat. Alasannya, dengan kondisi mesin yang mati, pesawat tidak mungkin mampu mencapai bandara. "Saya belok ke arah pantai, mau landing darurat di pasir. Tiba-tiba mesin hidup lagi. Ketika hidup saya naik ke 2.000 kaki untuk lanjut ke Banda Aceh," kata Gubernur Aceh dalam jumpa pers, Sabtu malam pekan lalu.

Yang menarik, burung besi PK-S121 itu, rupanya itu bukan milik Irwandi Yusuf. Dia mengaku pesawat tersebut milik salah satu pengusaha ternama di Aceh. “Itu pesawat Pak Lukman CM,” kata Irwandi Yusuf, saat jumpa pers, Sabtu malam lalu di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Pengakuan Irwandi ini, sekaligus mengundang tanda tanya selama ini, tentang kepemilikan pesawat Lukman CM tadi. Maklum saja, pengusaha tersebut diketahui tidak memiliki keahlian dalam menerbangkan pesawat. Karena itu, apa maksud dan tujuan dia membeli pesawat tersebut. Benarkah sebagai bentuk pertemanan dan kerjasama antar keduanya?

Lukman CM memang dikenal dekat dengan Irwandi Yusuf. Hubungan itu semakin erat, saat Irwandi terpilih sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 lalu. Sayangnya, dihubungi ke nomor telpon seluler Sabtu malam pekan lalu, Lukman CM tak bersedia mengangkat sambungan media ini. Padahal, penjelasan pengusaha itu sangat dibutuhkan, terkait pengakuan Irwandi Yusuf bahwa pesawat tersebut milik pengusaha itu dan apa misinya membeli pesawat tadi? (selengkap baca edisi cetak, Senin, 19/2/2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...