Dibalik Putusan PAW Majelis Etik Partai Golkar (bagian satu)

Ternyata Firmandes Akui Ada Buat Surat Kesepakatan Bersama Marzuki Daud

Ternyata Firmandes Akui Ada Buat Surat Kesepakatan Bersama Marzuki Daud
Foto: Dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Ternyata, Firmandes yang kini masih duduk di kursi anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Aceh, mengaku ada membuat surat perjanjian dan kesepatakan bersama Marzuki Daud.

Pengakuan ini terungkap melalui surat Mahkamah Partai Golkar Nomor : B. 59/MP- GOLKAR/XI/2018, tanggal 27 November 2018, perihal pendapat hukum tentang Penggantian Antar Waktu (PAW) Angoota DPR RI, yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar. “Bahwa benar antara saya dengan saudara H. Marzuki Daud telah membuat kesepakatan dan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI,” tulis surat tadi pada poin pertama.

Selanjutnya, pada poin dua, Firmandes mengaku membatalkan surat tadi. “Bahwa surat perjanjian dan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI tersebut, saya batalkan secara sepihak tanggal 20 Maret 2013,” kata Firmandes seperti disampaikan pada Mahkamah Partai Golkar, Senin, 29 Oktober 2018 di Jakarta.

Memang, Mahkamah Partai Golkar sempat melakukan mediasi antara Marzuki Daud versus Firmandes. Ini dilakukan untuk menyikapi permohonan perlindungan hukum yang diajukan Drs. H. Marzuki Daud. Namun, mediasi ini gagal mewujudkan hasil diantara para pihak.

Sebelumnya, Mahkamah Partai Golkar telah menerima surat permohonan perlindungan hukum tentang pergantian Antar Waktu (PAW), anggota DPR RI yang dimohonkan Marzuki Daud, tanggal 24 Oktober 2018. Marzuki sendiri adalah caleg DPR RI Dapil 2 Aceh tahun 2014.

Dia menegaskan, tanggal 11 Februari 2013, telah membuat kesepakatan bersama Firmandes, untuk berjuang  bersama-sama pada pemilihan umum calon anggota DPR RI tahun 2014 dari Dapil 2 Aceh.

Nah, salah satu isi kesepakatan berbunyi. “Apabila dalam Pileg 9 April 2014 hanya mendapat 1 (satu) kursi dan suara terbanyak diraih H. Firmandez, S.E., Ak, maka dalam tempo 1 (satu) tahun H. Firmandez sudah membuat Surat Pengunduran Diri yang berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2015, untuk menyerahkan Pergantian  Antar Waktu (PAW) kepada H. Marzuki Daud”.

Selanjutnya, pemohon ( Drs. H. Marzuki Daud) juga menjelaskan, untuk melaksanakan isi kesepakatan tersebut, maka tanggal 9 September 2015, H. Firmandez, S.E Ak telah menandatangani surat pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Tapi, isi kesepakatan dan surat pengunduran diri sebagai anggota DPR RI tersebut, tidak pernah direalisasikan Firmandez, sehingga permasalahan ini dilaporkan Drs. H. Marzuki Daud kepada DPP Partai GOLKAR, Mahkamah Partai Golkar dan Majelis Etik DPP Partai Golkar. Ironisnya, sampai saat ini belum ada tindaklanjut penyelesaiannya.

“Itu sebabnya, Mahkamah telah melakukan pemanggilan kepada saudara Firmandez, Senin, tanggal 29 oktober 2018, untuk didengar keterangannyadalam pertemuan tersebut,” tulis surat tadi.***

Komentar

Loading...