Breaking News

Misteri Dana Rp 500 Juta dari Tarmizi A. Karim

Terkait Penjelasan Sofyan Dawood. Cek Sup: Semakin Terkuak Kebohongan Nurlif!

Terkait Penjelasan Sofyan Dawood. Cek Sup: Semakin Terkuak Kebohongan Nurlif!
dok. MODUSACEH.CO

 

Banda Aceh | HM Yusuf Ishaq atau akrab disapa Cek Sup mengungkapkan. Setelah adanya penjelasan dari mantan Ketua Tim Pemenangan Tarmizi A.Karim-Teuku Maksalmina Ali MM, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, maka semakin nyata dan lengkaplah kebohongan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif. “Saya juga membaca di media ini (MODUSACEH.CO dan Tabloid MODUS ACEH) bahwa yang menerima dana itu bukan dia, tapi orang dia. Nyatanya, menurut Sofyan Dawood justeru yang terima Nurlif dalam  bentuk check. Itulah yang dari dulu saya suarakan dan tanya agar tidak menjadi fitnah di internal Golkar Aceh. Tapi dia justeru menilai saya dan kawan-kawan tidak bisa diajak untuk bekerjasama,” ungkap Cek Sup pada media ini, menanggapi penjelasan Sofyan Dawood.

Menurut Cek Sup, Nurlif juga mengaku telah membuat laporan pertangungjawaban pada ketua tim pemenangan yaitu Sofyan Dawood. Ternyata, itu juga tidak benar. Menurut Sofyan Dawood, hingga hari ini belum ada laporan pertanggungjawaban karena tidak diminta oleh kandidat yaitu Tarmizi A. Karim. “Jadi, semakin lengkaplah kebohongan Nurlif,” sebut Cek Sup menjawab media ini melalui telpon seluler, Rabu siang (10/5/2017).  Cek Sup mengaku sedang di Jakarta, membawa laporan ke Mahkamah Partai (DPP Golkar, Jakarta), terkait pergantian dirinya.

Sementara itu, Sofyan Dawood mengaku, dua bulan jelang hari H atau pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 15 Februari 2017, dirinya sudah mengundurkan dari sebagai ketua tim pemenangan dengan beberapa alasan. Klimaknya dia sampaikan dalam temu pers di Kota Langsa.

Hari itu, Rabu ( 8/2/2017), Sofyan Dawood menggelar konferensi pers terkait pengunduran dirinya dari Ketua Tim Pemenangan Tarmizi Karim. Dia menyatakan resmi mundur dari ketua tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tarmizi A Karim-Machsalmina Ali. Sofyan Dawood menuturkan, alasan dirinya mundur dari ketua tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tarmizi A Karim-Machsalmina Ali karena dirinya merasa kurang dilibatkan sebagai ketua tim.

"Selama ini saya selaku ketua tim provinsi yang membawahi tim-tim daerah kurang dilibatkan," katanya di Aula Hotel Perla In, Kota Langsa.Hari itu, dia didampinggi Si Teh (mantan kombatan GAM Wilayah Teuming), Saiful alias Pon (tim pemenangan Irwandi-Nova), dan Islamuddin (mantan Wakil Wali Kota Sabang). “Pengunduran diri ini saya sampaikan kepada publik untuk menjawab isu yang berkembang selama ini bahwa saya tidak lagi di tim Tarmizi Karim,” katanya ketika itu.

Sofyan Dawood mengatakan, ia memilih mundur karena selama ini tidak dilibatkan sebagai tim, padahal posisinya adalah ketua tim pemenangan. “Jika tim tak solid, kemana saya harus membawa mantan kombatan yang ramai dibelakang saya? Dengan saya mundur secara resmi hari ini, bagi pengikut saya, mereka sudah tahu harus mendukung kemana selanjutnya,” tambahnya. Saat itu, dia juga mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Tarmizi menyampaikan niatnya untuk mundur, sehingga dengan demikian tidak ada persoalan lagi antara dirinya dengan Tarmizi. “Saya pribadi sudah menanggap Pak Tarmizi Karim sebagai keluarga saya sendiri. Namun secara politik, saat ini saya berbeda pendapat dengan beliau, karena saya merasa tidak dilibatkan dalam tim, padahal kapasitas saya sebagai ketua tim pemenangan,” jelasnya.

Sekarang dengan posisinya yang tak lagi sebagai ketua tim pemenangan Tarmizi-Machsalmina, Sofyan Dawood yakin dirinya tidak akan disalahkan apabila ternyata Tarmizi kalah dalam Pilkada. Sebaliknya, apabila Tarmizi menang, berarti tim bekerja dengan baik dan ia yakin penggantinya nanti pasti lebih baik dari dirinya. Nah,diketahui kemudian, Sofyan Dawood berbalik dan menjadi tim sukses paslon Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Begitupun, pada media ini Sofyan Dawood mengaku berjalan ke daerah-daerah bersama Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM Nurlif. Namun dalam kapasitas pemenangan calon bupati dan walikota yang dijagokan Partai Golkar, bukan gubernur. “Ada satu bulan saya jalan dan bersama Nurlif. Setahu saya ada bantuan untuk Pilkada Aceh Jaya misalnya kalau tidak salah Rp 100 juta, termasuk Bener Meriah. Tapi saya tidak tahu berapa jumlahnya, “ sebut Adun Yan Dawood, begitu dia akrab sapa. Nah, terkait pengakuan itu, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Ketua DPD II Golkar Aceh Jaya dan Bener Meriah, apakah ada menerima dana tersebut atau tidak.

Menanggapi pernyataan tersebut, Cek Sup kembali berpendapat. Apa yang disampaikan Yan Dawood, itulah fakta yang terjadi. Dan, semakin memperjelas bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM Nurlif telah melakukan pembohongan terhadap internal partai. "Sekali berbohong maka akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang telah dia lakukan," kritik Cek Sup.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...