Terkait Kepemilikan Lahan, Pembangunan Gedung KONI Aceh Terhenti

Terkait Kepemilikan Lahan, Pembangunan Gedung KONI Aceh Terhenti
Lokasi Pembangunan Gedung KONI Aceh (Foto: Muhammad Saleh)

Banda Aceh | Keinginan Pengurus KONI Aceh untuk menempati gedung (kantor) baru tahun ini sepertinya akan tertunda. Sebab, rencana pembangunan gedung berlantai empat tersebut, sejak dua hari lalu sudah dihentikan Kodam Iskandar Muda (IM).

Ini bukan tanpa sebab. Maklum, terkait soal keabsahan atau kepemilikan lahan (tanah). Sementara, kontraktor pelaksana sudah memasang pembatas (seng), menutup lokasi pembangunan.

Sesuai surat Dispora Aceh, nomor: 426.2/2444, tanggal 15 Juli 2019, yang ditujukan kepada KONI Aceh menyebutkan. Rencananya, pembangunan gedung dengan anggaran Rp 4 miliar (APBA) 2019 ini, dilakukan secara dua tahap.

Pertama, pembangunan basement dan lantai dua dilakukan PT. Bangun Rezki Inddi Makmur selaku pemenang tender. Selanjutnya (tahap dua), lantai tiga (aula), atap dan instalasi pada 2020. Begitupun, pembangunan ini terhenti setelah terpasang garis pembatas dari jajaran Kodam Iskandar Muda. Sebab, lokasi atau tahan tersebut, diakui sebagai milik Kodam Iskandar Muda.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda  Brigjen TNI A. Dhanil Chardin yang dikonfirmasi media ini, Jumat (26/7/2019) membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemberhentian pembangunan tersebut. “Benar, kami menghentikannya,” tegas jenderal bintang satu ini.

20190727-daniel

Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda  Brigjen TNI A. Dhanil Chardin (Foto: Pendam IM)

Menurut Kasdam IM, pemberhentian itu, tak lepas dari surat pihaknya kepada Plt Gubernur Aceh dan KONI Aceh.  Namun, tak mendapat tanggapan positif dari kedua pihak tadi. “Misal, surat tanggal 17 Juli 2018 dengan nomor: B/1856/VII/2018, perihal; permintaan  klarifikasi tanah Kantor KONI Aceh yang kami tujukan kepada Ketua Harian KONI serta surat 6 Desember 2019, nomor: B/3295/XII/2018, perihal penyelesaian permasalahan tanah TNI AD cq. Kodam IM. Kedua surat tadi tidak mendapat tanggapan apa pun. Mereka tidak menghargai kami,” ungkap Kasdam IM, Brigjen TNI A. Dhanil Chardin.

Nah, dalam surat tersebut tertulis bahwa, ada tiga lokasi tanah yang perlu dilakukan tertib administrasi dan pencatatan aset di lingkungan TNI AD cq Kodam IM. Pertama, Gedung KONI Aceh (seluas 7.878 meter persegi). Kedua, Kolam Renang Tirta Raya (6.452 meter persegi). Ketiga,  Wisma Anjong Mon Mata (13.000 meter persegi). Ketiga aset (tanah) tersebut, berasal dari kepemilikan ex Belanda.

“Pendataan ini sesuai surat telegram Kasad, Nomor: ST/3345/XI/2016, tanggal 8 November 2016, tentang mengoptimalkan penggunaan dan pengamanan aset tanah dan bangunan milik TNI AD,” jelas Brigjen TNI A. Dhanil Chardin.

Nah, menanggapi masalah ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Darmansyah mengaku akan menyelesaikan masalah tersebut secepatnya. Dia yakin, TNI AD, khususnya Kodam IM memiliki komitmen yang tinggi terhadap prestasi olahraga di Aceh.

20190727-kadispora

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Darmansyah (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

“Kami akan berkomunikasi kembali dengan berbagai pihak, khususnya Kodam IM. Saya yakin akan ada titik temu, sebab selama ini hubungan dan komunikasi dengan Kodam IM sangat baik. Selain itu, demi terpenuhinya sarana dan prasarana olahraga serta prestasi Aceh, khususnya di PON 2024 di Aceh, pihak TNI akan membantu sepenuhnya,” jelas Darmansyah.***

Komentar

Loading...