Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Dari Rapat Koordinasi DPP Partai Golkar dengan DPD I Partai Golkar Aceh

Terkait Dana Rp 500 Juta, Qamaruzzaman Hagny: Tanya Pada Ketua!

Terkait Dana Rp 500 Juta, Qamaruzzaman Hagny: Tanya Pada Ketua!
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Partai Golkar Aceh, Qamaruzzaman Hagny memilih bungkam saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, terkait pengunaan dana Rp500 juta yang diserahkan calon Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM. Nurlif. Dana itu diserahkan Tarmizi A. Karim untuk biaya operasional tim pemenangan Golkar Aceh. Mulai dari Bappilu hingga DPD II Golkar di Aceh. Namun, banyak pihak menduga, dana itu dikelola Badan Pemenangan Pemilu dibawah komando Qamaruzzaman dan tidak menetes ke tingkat dua sehingga  tak bekerja.

Tapi, Ketua PMI Kota Banda Aceh ini memilih bungkam. “Saya tidak berkomentar. Tanya saja pada ketua,” ucapnya saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO. Dia mengaku sedang berada di Kabupaten Pidie. Informasi serupa juga dibenarkan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Aceh HM. Yusuf Ishaq. “Benar informasi itu. Bisa saja yang mengelola dan mengunakannya Qamaruzzaman, sebab itu bidang dia. Karena itu perlu diperjelas agar tidak menjadi fitnah secara internal,” saran HM Yusuf Ishaq atau akrab disapa Cek Sop.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh, DPP Partai Golkar H. Firmandez menjelaskan. Sesuai fungsi dan surat tugas yang mereka kantongi, tugas mereka adalah, memastikan ada 5 DPD II Partai Golkar di Aceh yang belum melaksanakan Musda. “Batas waktunya hingga Juni 2017 harus dilaksanakan,”tegas dia. Kedua, memastikan pelantikan dua DPD II Golkar di Aceh untuk segera dilaksanakan. Ketiga, melakukan konsolidasi partai hingga ke desa-desa, guna menghadapi verifikasi faktual sebagai peserta pemilu 2019. Dan ini harus dituntaskan akhir Juli 2017.

Terkait berkembangnya informasi dari rapat tersebut. Dia mengaku kaget. “Saya terkejut saja  mendengarnya. Selama ini baik-baik saja dan ternyata ada masalah internal yang perlu penyelesaian segera. Saya kira ini persoalan internal DPD I Partai Golkar Aceh yang harus diselesaikan secara internal,” saran dia. Begitupun sebut H. Firmandez, dirinya bersama Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I, Sumatera Utara dan Aceh, akan melaporkan berbagai informasi yang muncul dan berkembang. “Ini sudah tugas kami,” tegasnya singkat. Lantas,siapa saja yang menerima dan menikmati dana Rp500 juta tadi? Hingga kini masih misteri.***

Komentar

Loading...