Diduga Korupsi Dana Pembangunan Masjid

Terdakwa Syahrul Kiram Akui Bangun Tak Sesuai RAB

Terdakwa Syahrul Kiram Akui Bangun Tak Sesuai RAB
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh kembali menggelar sidang lanjutan atas terdakwa Syahrul Kiram (30), yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi atas pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBA 2013.

Di depan majelis hakim, Syahrul Kiram mengaku banyak item dalam pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang tidak dibuat sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), misal memakai besi ukuran 16 mm. Padahal dalam kontrak, jelas disebutkan penggunaan besi ukuran 18 milimeter. Alasannya, besi ukuran 18 mm tidak tersedia di Kabupaten Pidie dan harus dicari ke Medan (Sumatera Utara). Katanya, kalau harus dibeli di luar daerah butuh waktu, sementara dalam kontrak perjanjian kerja sudah diundur dua bulan. ”Jadi, saya terima kontrak itu bulan Agustus, sedangkan mulai pekerjaan dalam kontrak itu bulan Juni. Makanya, saya harus mengejar waktu yang tersisa hanya empat bulan untuk menyelesaikan pembanguanan itu,” jelas Syahrul Kiram di ruang sidang Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Jalan Cut Mutia, Kampung Baru,  Kecamatan Baiturrahman, Kamis (21/07/17).

Selanjutnya, Syahrul mengaku kalau adukan semen dalam pengecoran masjid kualitas K250, sedangkan dalam kontrak pengerjaannya, diaduk kualitas K175. Dan, juga tanah timbunan tidak ditimbun sesuai dengan volume yang tertera dalam kontrak.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil audit yang dilakukan tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, terdapat sekitar Rp 737 juta kerugian negara dalam proyek pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, dari total Rp 1,7 miliar dana  yang bersumber dari APBA 2013. Kemudian, pemeriksaan kualitas dan kuantitas yang dilakukan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh terhadap bangunan tersebut ditemukan beberapa item yang tidak sesuai spesifikasi kekurangan volume. Sebab itu, Kejari Pidie akhirnya menetapkan Syahrul Kiram sebagai tersangka dalam kasus itu. Selanjutnya, sidang yang dipimpin M. Nazir SH. MH (ketua), Deny Syahputra SH. MH, dan M. Fatan Riadhi SH. MH (hakim anggota) dengan Herperiyani Effendi SH (panitera pengganti) ditunda dan dilanjutkan Kamis depan (27/07/17) dengan agenda tuntutan.***

Komentar

Loading...