Sidang Perdana Pengerusakan Kantor Redaksi MODUS ACEH

Terdakwa Mengaku Sambangi Kantor DPD I Partai Golkar Aceh Sebelum Beraksi

Terdakwa Mengaku Sambangi Kantor DPD I Partai Golkar Aceh Sebelum Beraksi
Ismayadi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Terdakwa perusakan Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH, Ismayadi (39) alias Adi mengaku menyambangi Kantor DPD Partai Golkar Aceh, sebelum melakukan pengerusakan, Selasa (11/9/18) sekira pukul 23.00 WIB malam. Pengakuan itu disampaikan Ismayadi saat menjalani sidang perdana di Ruang Tirta, Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Keudah, Banda Aceh, Rabu (21/11/18).

Dalam keterangannya sebagai terdakwa, Ismayadi mengaku tersinggung dengan pemberitaan Tabloid MODUS ACEH, yang menyebutkan Ketua DPD Golkar Aceh, TM Nurlif sebagai mantan koruptor. Menurutnya, akibat pemberitaan tersebut, TM Nurlif gagal mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI.  

Ismayadi menceritakan. Saat hendak melakukan perusakan Kontor MODUS ACEH, dirinya sempat mengajak Nazaruddin untuk mengantar dirinya menggunakan sepeda motor ke Kantor DPD I Partai Golkar Aceh. Dari sana, dia pergi ke satu kantor di Kuta Alam, untuk mengambil baju dan perlengkapan sebagai anggota Pemuda Pancasila (PP).

“Setelah saya pakai seragam PP langsung saya menuju ke Kantor Tabloid MODUS ACEH di Beurawe. Saya pecahkan kaca dan saya obrak-abrik semua perlengkapan kantor,” kata Ismayadi mengakui perbuatannya di depan Majelis Hakim Rahmawadi (hakim ketua) bersama Elfiayanti dan Muzakir (hakim anggota).

20181121-906a2661-8d16-45c5-86a7-d23d12cc7fa6

Dalam sidang perdana itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Afrimayanti menghadirkan dua saksi, yakni Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE dan Muzakir, orang yang mengantarkan Ismayadi melakukan perusakan Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH.

Dalam keterangannya, Muzakir mengakui telah mengantarkan Ismayadi. Namun, dia mengaku tidak tahu jika Ismayadi ingin melakukan perusakan kantor tersebut.

“Saya awalnya tidak kenal dengan Ismayadi, saya berkunjung ke rumah Bang Saiful (saudara Ismayadi) di Ulee Kareng. Lalu, diajak Ismayadi putar-putar Kota Banda Aceh. Dalam perjalannya, saya diminta mengantar dia ke Kantor DPD Partai Golkar dan Kuta Alam, baru ke Kantor MODUS (Kantor Redaksi MODUS ACEH). Setelah saya turunkan dia, saya pergi terus dan tidak tahu apa yang dilakukan Ismayadi,” ungkap Muzakir.

Saksi Muhammad Saleh mengakui akibat kejadian itu, perusahaannya mengalami kerugian materil sekitar Rp 40 juta lebih. Sementara inmateril, kantornya terpaksa vakum hingga dua minggu, karena semua data redaksi hilang dan disita penyidik.

Muhammad Saleh juga mengakui kenal dengan Ismahadi yang sehari-hari berkerja sebagai tukang semir sepatu. Kadang, dirinya tak sungkan memberikan uang pada Ismayadi karena merasa kasihan. Itu sebabnya, dia terkejut mendengar yang melakukan perusakan adalah Ismayadi.

“Ini kejadian kedua kali yang dilakukan Ismayadi. Pertama terjadi pada Juli 2017, tapi saya maafkan. Rupaya, dia ulangi lagi Rabu (12/9/18), makanya saya lapor ke polisi. Dan, setelah kejadian itu, Ismuhadi memang sudah diamankan aparat dari Polresta Banda Aceh,” ungkap Muhammad Saleh.

Sebelumnya, JPU Kejari Banda Aceh, Afrimayanti membacakan dakwaan terhadap Ismayadi. Ismuhadi didakwa telah melakukan perusakan Kantor Redaksi MODUS ACEH, Rabu (12/9/18). Akibat kejadian itu, semua kaca depan pecah dan seluruh perlengkapan kantor tersebut rusak. Kerugian ditaksir sekitar Rp. 40 juta rupiah. Usai mengdengar keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang dan akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.***

 

Komentar

Loading...