Tengku Putroe Syafiatuddin Cahaya Nur Alam Wafat

Tengku Putroe Syafiatuddin Cahaya Nur Alam Wafat
Presiden Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Keumalahayati (foto: serambi indonesia)

Mataram | Kabar duka menyelimuti rakyat Aceh. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah wafat Tengku Putroe Syafiatuddin Cahaya binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Tuanku Mohammad Daud, 6 Juni 2018, pukul 05:00 WITA di Mataram, Lombok.

Informasi ini disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Aceh, Teuku Rifkie Harsya melalui whatsapp kepada media ini, Rabu pagi tadi. Menurut Rifkie, jenazah akan dibawa ke Banda Aceh, 6 Juni dengan pesawat Garuda. Perkiraan tiba di Banda Aceh, pukul 19:30 WIB.

20180606-almarhumah-bunda-putroe

Bunda Putroe saat menerima gelar pahlawan nasional kepada Laksamana Malahayati di Jakarta (foto: serambi indonesia).

Kabar meninggalnya cucu Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah--sultan terakhir kerajaan Aceh--tersebut dalam usia 86 tahun, beredar cepat di Aceh, terutama di kanal media sosial dan grup-grup whatsapp sejak pagi tadi. Almarhumah merupakan anak dari Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah.

Pada 9 November 2017 tahun lalu, sebagai ahli waris Laksmana Keumalahayati, Almarhumah ‘Bunda Putroe’ begitu dia akrab disapa, menerima plakat gelar Pahlawan Nasional dari Presiden RI Joko Widodo. Rencananya, jenazah Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin akan dimakamkan di sebelah makam Ayahandanya di Baperis, Kota Banda Aceh.***

Komentar

Loading...