Temui Muspika Lhoknga dan Leupung, Manajemen PT. LCI Akui Belum Laksanakan Semua Kesepakatan

 Temui Muspika Lhoknga dan Leupung, Manajemen PT. LCI Akui Belum Laksanakan Semua Kesepakatan
Pertemuan Muspika Kecamatan Lhoknga dan Leupung dengan manajemen PT. LCI
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Unsur Muspika dari Kecamatan Lhoknga dan Leupung menemui manajemen PT. Larfarge Cement Indonesia (LCI), di kantor perusaaan tersebut Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (26/2/2019). Pertemuan itu terkait aspirasi warga setempat yang meminta PT. LCI memperkerjakan warga sekitar dan menolak Tenaga Kerja Asing (TKA) non skill.

Mewakili manajemen PT. LCI hadir, (Plant Manager) Durain Pamanoan Siregar, Cut Soraya (Vice Presiden PT LHI), Aidil Azwani (GA dan Comrel Manager PT LHI). Sementara, dari unsur Muspika dihadiri Camat Lhoknga Sarbini dan Camat Leupung Sayusi SE serta Danramil Lhoknga Kapten Inf Abdul Hamid dan Danramil Leupung Peltu MD. Rambe.

Hadir juga Kapolsek Lhoknga Iptu Edi Mulyadi.S.E, Kapolsek Leupung Iptu A.Hamid, Ketua MPU Lohoknga M.Fauzi, Sekretaris Imum Mukim Leupung, M.Dahlan, Ketua Forum Gecik/Kepala Desa Leupung M.Amin Daya.

Selanjutnya, Mukim Kemukiman Lamlom Lhoknga Ahannar, Mukim Kemukiman Kuh Lhoknga Nasrun S.E, Mukim Kemukiman Lhoknga, Zamzami, dan Mukim Kemukiman Leupung Hamdan Hasim serta Ketua MPU Leupung Tgk. Ira Husin.

Durain Pamanoan Siregar mengakui, selama ini ada beberapa mekanisme Memorendum of Understanding (MoU) yang sudah dibuat antara warga sekitar dengan manajemen PT. LCI yang belum terselesaikan. Namun, ia berjanji akan segera mengimplementasikan perjanjian tersebut.

“Ke depan kita akan tetap melakukan koordinasi dengan para tokoh  serta Muspika Lhoknga dan Leupung  agar semua permasalahan  warga dengan pabrik semen dapat kita realisasikan dengan  secepatnya. Harapan kita, agar pabrik ini dapat beroperasi  seperti tahun-tahun sebelumnya dan kami minta dukungan dari masyarakat agar dapat mendukung kemajuan pabrik semen ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pertemuan ini sengaja dilakukan agar masyarakat di Lhoknga dan Leupung dapat lebih mengenali Managemen PT.LCI.  Katanya, saat ini perusahaan itu bukan lagi milik asing, namun milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Larfage Holcim Indonesia (PT. LHC) yang kedudukannya sama dengan perusahaan semen Padang dan Gersik.

“Keberadaan Semen Andalas sangat dibanggakan masyarakat Provinsi Aceh. Kegiatan  ini murni silaturrahmi dan tidak ada agenda lain, bukan karena ada masalah kemarin antara warga kemukiman Lhoknga  dengan PT.LHC yang menuntut agar PT.LHI mengutamakan Warga setempat untuk diangkat menjadi karyawan di PT. LHI,” ungkapnya.***

 

 

Komentar

Loading...