Pascaledakan Sumur Minyak Aceh Timur

Tekanan Semburan Minyak Masih Belum Stabil

Tekanan Semburan Minyak Masih Belum Stabil
Petugas PT Pertamina sedang mengawasi saluran pembuangan cairan minyak lubang ledakan sumur minyak illegal warga di Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (26/4). Foto: Antara/Republika

Aceh Timur | Sudah sepekan lebih pascaledakan sumur minyak warga di Gampong (Desa) Pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, Rabu (25/4/2018), semburan minyak yang mencapai 15 hingga 30 meter ke udara masih berlangsung.

Hingga Selasa (1/5/2018), semburan minyak bersumber dari sumur yang meledak itu masih mengeluarkan semburan minyak hingga 20 meter ke atas. PT Pertamina telah mengambil alih lahan yang terdapat sumur minyak dianggap illegal tersebut untuk diamankan guna menghindari kejadian serupa yang tak diinginkan.

Menurut warga Kecamatan Ranto peureulak Hery (51), saat ini semua aktivitas di sekitaran lahan minyak tersebut dalam radius sepanjang 200 meter dari pusat ledakan sumur minyak itu, telah diamankan petugas.

"Petugas sudah membuat batas bagi warga setempat akar tidak ada aktivitasnya dalam radius 200 meter. Semua sudah diamankan oleh Pemerintah," ujarnya via pesan WhatsApp, Selasa (1/5/2018) malam.

Menurutnya, 400 lebih wartga setempat mengungsi untuk menghindari kajadian yang tidak diinginkan. "Karena hingga saat ini semburan minyak dari sumur yang meledak kemarin itu tekanan semburannya belum stabil juga," ungkapnya.

Sebelumnnya, insiden meledaknya sumur minyak milik warga yang dianggap illegal itu telah mengakibatkan 23 orang meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka bakar serius. Puluhan korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Komentar

Loading...