Breaking News

Tak Ada BPJS, Jenazah Bayi Sempat Tertahan di Rumah Sakit Graha Bunda

Tak Ada BPJS, Jenazah Bayi Sempat Tertahan di Rumah Sakit Graha Bunda
Ilustrasi

Aceh Timur | Said Ismail (28) warga Desa Kuala Bugak, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mengaku sangat terpukul akibat jenazah sang bayi yang baru berusia satu hari sempat tertahan di ruang rumah sakit Graha Bunda yang ada di Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Menurut pengakuan Said, Sabtu (24/8/2019), bayinya terpaksa harus dirujuk dari Puskesmas Ranto Peureulak ke Rumah Sakit Graha Bunda di Kota Idi, untuk mendapatkan perawatan medis. Saat itu, pihak rumah sakit menyarankan agar anaknya dapat diurus BPJS supaya tidak dikenakan biaya. Namun karena hari Minggu tempat pengurusan kartu BPJS tutup sehingga ia mengaku kesulitan untuk mendapatkan kartu BPJS. Namun, bayi itu meninggal dunia pada Minggu (25/8/2019).

"Saat saya mau bawa pulang jenazah bayi, staf pihak rumah sakit melarangnya karena tidak ada BPJS. Padahal, anak saya lahir baru satu hari dan tidak sempat mengurus BPJS, sehingga tertahan jenazahnya sampai datang pamannya melunasi sejumlah biaya," kata Said Ismail kepada MODUSACEH.CO Senin (26/8/2019) sore.

Saat itu, ayah bayi yang malang ini sempat menawarkan uang Rp 1 juta, beserta satu orang paman bayi yang tinggal di rumah sakit sebagai jaminan, agar jenazah bayi tersebut dapat segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

Namun kata Said, petugas di rumah sakit itu menolaknya, sebelum pihak keluarga melunasi tagihan biaya perawatan Rp1,9 juta. "Seharuanya pihak rumah sakit memberikan dispensasi kepada kami untuk mencari dan berusaha, bukan melarang kami membawa pulang bayi yang telah meninggal," ujar Said.

Tak sampai disini, usai menunggu beberapa saat setelah diantarakan uang oleh pihak keluarganya untuk melunasi tagihan rumah sakit, dengan perasaan sedih Said mengaku harus menggendong jenazah bayinya dengan sepeda motor dari Idi, menuju ke rumah mertuanya di Desa Mata Ie Kecamatan Ranto Peureulak, untuk dikebumikan.

Dihubungi terpisah, Direktur Rumah Sakit Graha Bunda Idi Aceh Timur melalui Kepala Bagian Humas Afrizal mengatakan. Pihaknya belum mengetahui persoalan itu, namun ia menyarankan agar media ini dapat bertanya kembali tentang status kartu BPJS orang tua bayi tersebut, apakah terdaftar atau justru ada namun tidak aktif.

"Pasien umum dengan BPJS itu berbeda, kalau dari umum mesti harus bayar dan harus ada jaminannya jika harus keluar, jadi coba dicek lagi apa yang kurang,"  kata Afrizal saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO Senin (26/8/2019), sore.

Terkait informasi itu Afrizal mengaku sudah menghubungi staf yang bertugas untuk mengecek data administrasi bayi. Menurutnya jika belum dilengkapi pihak keluarga, masih ada waktu selama dua hari untuk mengurus administrasi agar biaya yang dikeluarkan oleh keluarga pasien sebagai jaminan bisa dikembalikan.

"Kalau dengan BPJS harus lengkap administrasi, jika mau keluar administrasi harus diselesaikan dalam dua hari, jika pun mau keluar harus ada jaminan dari keluarga kepada rumah sakit, dan setelah administrasi semua siap baru biayanya dikembalikan lagi. Kalau tidak ada BPJS berarti jalur umum, dan jika jalur umum itu dikenakan biaya," ujar Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Swasta tersebut.***

Komentar

Loading...