Breaking News

Mozaik Ramadhan 1440H

Tahun Ketiga Ustad Muhammad Sayuti Menjadi Imam di Thailand

Tahun Ketiga Ustad Muhammad Sayuti Menjadi Imam di Thailand
Ustad Muhammad Sayuti (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh 01

MODUSACEH.CO | Kemampuan hafalan Al-Qur’an (Hafiz) para Ustad berusia muda Aceh, memang tak hanya dikenal di Bumi Serambi Mekah dan Indonesia. Tapi juga luar negeri. Nah, dua diantaranya adalah Ustad Tahun Ketiga Ustad Muhammad Sayuti Menjadi Imam di Thailanddan Ustad Sulaiman Nurdin. Keduanya, diundang ke negeri gajah putih, Thailand. Ini tahun ketiga mereka memenui undangan tersebut.

Kepada media ini, Ustad Muhammad Sayuti mengaku. Dia dan Ustad Sulaiman Nurdin, untuk ketiga kalinya diundang menjadi Imam Shalat wajib dan tarawih serta witir di Bangkok, Thailand. Kehadirannya sejak tahun 2017 dan 2018 atas undangan Imam Ramsan bin Khamson. Dia seorang Imam dan Khatib di Thailand, tapi berdarah Jawa.

Dan tahun ini (2019), Ustad Muhammad Sayuti dan Ustad Sulaiman Nurdin asal Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara ini, mendapat undangan dari Duta Besar RI di Thailand, Ahmad Rusydi. Mereka  menjadi Imam di Masjid Jawa dan Masjid Indonesia.

Ustad Muhammad Sayuti bin Ismail, merupakan guru PTQ Baitussalihin Ulee Kareng, Banda Aceh. Dia  mahasiswa  Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan alumni LIPIA Banda Aceh. Sementara Ustad Sulaiman Nurdin merupakan Imam Alumni Yala (Thailand Selatan). Dia pernah dua tahun menimba ilmu dan menghafal Al-Quran di Yala, Negeri Gajah Putih ini.

Tahun lalu, Ustad Sulaiman Nurdin juga mendapat undangan menjadi Imam di Bangkok yaitu di masjid berbeda; Suan Phlu. Jaraknya sekitar 5,6 kilometer dari Masjid Jawa. Untuk menuju ke sana, membutuhkan waktu 15 menit.

“Tahun ini kami di tugaskan oleh Dubes untuk menjadi Imam di Masjid Jawa dan Masjid Indonesia. Uniknya di Masjid Jawa ini setiap waktu berbuka puasa selalu dipenuhi warga muslim dari berbagai Negara. Mereka sangat senang berbuka puasa bersama,” jelas Ustad Muhammad Sayuti kepada media ini, Sabtu (25/5/2019) petang waktu Indonesia (Aceh).

Katanya, untuk sekali berbuka puasa bersama (bukber) diperkirakan menghabiskan dan sekitar 20-25 ribu bath atau setara dengan Rp 8 sampai Rp10 juta rupiah. Bedanya dengan Masjid Indonesia, untuk menu berbuka disediakan masyarakat dan dibawa langsung ke masjid, sedangkan untuk menu sahur hanya disediakan pada sepuluh terakhir ramadhan.

“Untuk pelaksanaan shalat teraweh juga tidak jauh berbeda dengan di Indonesia yaitu 20 rakaat dan dilanjutkan dengan witir 3 raka'at, tetapi yang membedakan di sini doa dan shalawat agak terlalu panjang.  Alhamdulillah kami bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca di Bangkok yang agak sedikit lebih panas,” ulas Ustad Muhammad Sayuti.

Itu sebabnya, dia memohon doa dari muslim di Indonesia umumnya dan Aceh khususnya. “Kami mengharapkan doa dari saudara-saudara di Indonesia khususnya masyarakat Aceh untuk sehat selalu dalam melaksanakan tugas mulia ini,” ucap Ustad Muhammad Sayuti. Amin dan Syukran Ustad.***

Komentar

Loading...