Tahun Depan, Ujian SBMPTN Bisa Pakai Andorid

Tahun Depan, Ujian SBMPTN Bisa Pakai Andorid
Ilustrasi peserta SBMPTN. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Penulis
Sumber
Viva.ci.id

Jakarta | Sebanyak 861 ribu calon mahasiswa baru melaksanakan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Nasional atau SBMPTN, yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.824 peserta SBMPTN melaksanakan ujian, baik dengan ujian tulis berbasis cetak dan ujian tertulis berbasis komputer di lima perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

"Di Yogyakarta, peserta SBMPTN setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan dari 39.305 peserta pada 2017, dan pada tahun ini mencapai 43.824," kata Irjen Kemristekdikti, Jamal Wiwoho di sela-sela acara monitoring dan evaluasi SBMPTN 2018 Panlok 46 Yogyakarta, Selasa 8 Mei 2018.

Menurutnya, SBMPTN yang saat ini seleksinya dibagi dua, yaitu melalui ujian tertulis berbasis cetak dan ujian tertulis berbasis komputer, maka pada tahun yang akan datang Kemenristekdikti akan meluncurkan ujian tertulis berbasis android, sehingga soal ujian tidak perlu diakses melalui komputer, namun bisa melalui gawai peserta ujian.

"Untuk teknis seperti apa ujian tertulis berbasis android ,masih dimatangkan Kemenristekdikti. Namun, tahun depan cara tersebut bisa segera untuk dicoba," ucapnya.

Ditanya terkait dengan tindakan curang selama SBMPTN berlangsung, Jamal mengatakan, sudah mengantisipasi dengan menempatkan ribuan pengawas, larangan barang-barang yang tidak perlu dibawa ke ruang ujian, juga mencocokkan identitas peserta ujian.

"Kalau ada yang curang, tentu sanksi tegas hingga proses hukum akan diberikan seperti ditemui adanya joki," ucapnya.

Ketua Panitia Lokal 46 SBMPTN 2018 Yogyakarta, yang juga Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kendala terkait proses ujian SBMPTN 2018 dan pihaknya akan memantau pelaksanaan ujian di lima PTN di Yogyakarta.

"Siang atau sore nanti, setelah kita memantau pelaksanaan ujian baru akan diketahui sejumlah kendala. Namun, kita berharap semua berjalan lancar," ungkapnya.

Komentar

Loading...