Breaking News

Dari Rapat Koordinasi DPP Partai Golkar dengan DPD I Partai Golkar Aceh

T. Machsalmin Ali, Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh: Selain Ketua, T. Nurlif Seolah-olah ‘Sekretaris dan Bendahara’

T. Machsalmin Ali, Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh: Selain Ketua, T. Nurlif Seolah-olah ‘Sekretaris dan Bendahara’
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Rapat Kordinasi DPP Partai Golkar dengan Pengurus DPD I Partai Golkar, Jumat  malam (28/4/2017) di Kantor DPD I Partai Golkar Aceh, Banda Aceh boleh saja berakhir. Namun, berbagai agenda dan pembicaraan rapat tertutup bagi insan pers tersebut, tetap saja beredar keluar. Hinggu Minggu pagi (30/4/2017), sejumlah kader atau peserta rapat membicarakannya di warung-warung kopi secara internal. "Saya kaget dengarnya," ungkap seorang Pengurus DPD I Partai Golkar Aceh.

Menariknya, selain mengevaluasi kinerja DPD I Partai Golkar Aceh dibawah komando TM. Nurlif, terkait hasil Pilkada Aceh 2017. Peserta rapat seperti Ketua Harian dan Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh HM. Yusuf Ishaq dan T.Machksalmina Ali, juga menyorot pengunaan anggaran serta tata laksana adminstrasi dan menejemen. “Teuku Nurlif itu merangkap semuanya.Seolah-olah, selain ketua, dia juga sekretaris dan bendahara,” ungkap Ampon Machks, begitu dia akrab disapa, dalam rapat tersebut.

Informasi itu disampaikan sumber media ini dan dibenarkan Ampon Machks. “Benar, memang saya pertanyaan hal itu. Selama ini saya diam, karena masih proses pilkada, sekarang sudah selesai, makanya perlu saya luruskan biar semua kader paham dan mengerti,” ucapnya, Jumat malam (28/4/2017), usai rapat di Banda Aceh. Kata Ampon Machks, bagaimana bisa partai sebesar Golkar berlaku praktik scan tanda tangan. Bahkan, tidak melibatkan dirinya dalam pengambilan keputusan penting. “Salah satu contoh pengangkatan Plt Ketua DPD II Golkar Aceh Tengah. Serta merta SK keluar tanpa tandan tangan saya. Malah ada indikasi di scan,” ungkap mantan Bupati Aceh Selatan ini.

Terkait Pilkada Gubernur Aceh lalu, dirinya sebagai calon Wakil Gubernur Aceh, berpasangan dengan Tarmizi A. Karim  (calon Gubernur) yang diusung Partai Golkar. Namun kalah dalam kontestasi ini. “Pak  Tarmizi ada menyerahkan dana Rp 500 juta kepada T.Nurlif untuk biaya operasional Bidang Pemenangan Pemilu serta DPD II Golkar se-Aceh. Saya tak tahu apakah dana ini dikelola Wakil Ketua Bidang Bappilu Golkar Aceh,” ungkap Ampon Macks. Lantas, siapa yang mengelola dana tersebut? Hingga kini masih misteri.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...