Kisah Warga Jawa yang Tinggal di Banda Aceh

Suminkem: Saya Bahagia Tinggal di Aceh

Suminkem: Saya Bahagia Tinggal di Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sumingkem salah seorang warga suku Jawa, sudah 17 tahun tinggal di Banda Aceh. Pada wartawan media ini, Saat duduk di Taman Bustanussalatin, Kampung Baru, Baiturrahman, Banda Aceh. Rabu (10 Oktober 2018) pagi. Dia menceritakan kisah hidupnya selama berada di Bumi Serambi Mekah.

Ibu satu anak ini, mengaku sangat bahagia tinggal di Banda Aceh. Dulu, ketika masih remaja, dia dan teman-temannya yang lain, datang ke Banda Aceh untuk mengubah nasib. Saat itu, segala pekerjaan dikerjakannya, mulai dari berat maupun ringan. Tujuannya hanya satu, untuk bertahan hidup.

“Saya kerjakan semuanya, yang penting halal. Pokoknya saya jangan sampai mengemis. Saya sering melihat di Banda Aceh, banyak yang mengemis, terus saya tegur. Saya bilang jangan mengemis. Cari aja botol minum, terus jual,” kata Ibu yang suka senyum ini.

Dalam kisah perjalanan, Suminkem (20 tahun), dia dipersunting seorang warga Banda Aceh asli, dan kemudian memiliki seorang anak laki-laki yang lucu. Anaknya sekarang, sudah masuk di salah satu SMP  Kota  Banda Aceh.

“Alhamdulilah, saya sangat bersyukur, di Banda Aceh biaya sekolah semua serba gratis. Kalau di Jawa, semua mesti bayar. Anak saya, juga dapat bantuan dana dari sekolahnya. Terima kasih Gusti Allah,” jelas Suminkem dengan logat Jawa, yang masih sangat kental itu.

Selain anak mendapat bantuan dana pendidikan, Suminkem juga mengaku mendapatkan bantuan sejumlah uang dari kepala desa di Lamtemen Barat, Kota Banda Aceh.

Disitulah tempat tinggalnya selama ini. Hal itu, sudah sering didapatkan. Bulan lalu, di beri sejumlah uang lima juta. Dengan adanya bantuan tersebut, dapat meringankan biaya kehidupan keluarganya.

“Saya urus semua berkas, seperti KTP, dan Kartu Keluarga. Kemudian saya berikan sama bapak kepala desa. Eh, ngak tahunya dikasih saya uang,” ucapnya, dengan sangat polos.

Sudah 17 tahun, ibu ini berada di Banda Aceh. Dia mengaku sangat rindu dengan keluarganya di Jawa. Namun, karena memerlukan uang banyak, niatnya untuk pulang ke kampung halaman di tunda.

“Butuh uang lima juta kalau pulang ke Jawa, bolak balik berarti sepuluh juta. Nantilah kalau uang sudah terkumpul, baru bisa ke sana lagi,” harap Suminkem.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...