Breaking News

Menuju PORA Aceh Besar 2018

Sukses Tuan Rumah dan Prestasi

Sukses Tuan Rumah dan Prestasi
Penulis

Kota Jantho, akan menjadi sentra pembinaan dan peningkatan prestasi atlet serta sarana olahraga bertaraf nasional di Kabupaten Aceh Besar. Sejalan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII, November 2018.

Berpacu dengan waktu. Itulah yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, khususnya Panitia Pusat (PP) Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2018.

Lihat saja, berbagai persiapan terus dilakukan. Mulai dari pembangunan sarana dan prasarana (venue) hingga pemusatan latihan atlet. Tujuannya sudah jelas, selain sukses sebagai tuan rumah. Aceh Besar juga berambisi untuk menuai prestasi maksimal.

“Sejumlah venue dibangun dalam satu komplek yang diberi nama Jantho Sport City (JSC) dan sudah dilakukan peletakan batu pertama beberapa waktu lalu dengan luas area sekitar 10 hektar,” kata Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali, usai meluncurkan maskot dan logo Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII/2018 di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Jumat malam, 9 Maret 2018 lalu.

Keinginan tersebut, tak lepas dari komitmen Pemkab Aceh Besar untuk menjadi tuan rumah terbaik dari PORA sebelumnya. “Intinya, Kabupaten Aceh Besar sudah sangat siap menjadi tuan rumah PORA XIII. Kami juga bertekad untuk sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi dan menjadi juara umum,” ungkap Mawardi Ali, optimis.

Gayung bersambut, sikap optimis juga diutarakan Ketua Umum PP PORA, Iskandar Msi, didampingi Sekretaris, T Dahsya Kusuma Putra MAP. Kata Iskandar, di lokasi JSC juga akan dibangun sejumlah venue panahan, bola basket, panjat tebing dan stadion mini. “Setelah adanya penambahan lima hektar, maka kawasan itu sudah menjadi 10 hektar. Tak hanya venus, di lokasi itu juga akan digelar open ceremony,” jelasnya.

Nah, dari 29 cabang dipertandingkan di PORA, Iskandar juga menjelaskan. JSC diperuntukkan bagi cabang olahraga bela diri seperti tarung derajat, tinju, muaythai, kempo, pencak silat, taekwondo, dan karate. Namun, diprediksikan ada empat cabang olahraga (cabor) yang bertanding di Banda Aceh.

“Ya, renang di Kolam Tirta Pante Pirak, dayung di Krueng Lamnyong, menembak di Lapangan Mapolda Aceh, dan atletik di trek atletik di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya. Sementara 25 cabang olah raga lain tetap dihelat di Aceh Besar,” tegas Iskandar.

Terkait dua sukses, Sekdakab Aceh Besar Iskandar, secara terbuka mengatakan. Selain sukses tuan rumah, dia sangatlah berharap Aceh Besar akan tampil sebagai juara umum. Keinginan ini bukanlah tanpa dasar. Sebab, dari hasil PORA 2014 di Idi, Aceh Timur, Aceh Besar menduduki posisi tiga besar dari 23 kabupaten/kota di Aceh. “Jika berpatokan dari hasil PORA lalu, saya optimis Aceh Besar tetap memiliki peluang merebut gelar juara umum pada 2018,” ucapnya.

Tak hanya itu, selain memiliki sejumlah atlet dan cabang andalan, Pemkab Aceh Besar juga akan mendukung anggaran pembinaan. “Sebelum terjun ke PORA, kami duduk bersama KONI untuk membahasnya. Semoga Aceh Besar bisa berjaya di depan publik sendiri,” ucap Sekretaris PP PORA, T Dahsya Kusuma Putra MAP, yakin. Semoga.*

Poemeurah
Tekad Meraih Terbaik

Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali meluncurkan maskot dan logo Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII, Sabtu (9/3) malam di The Pade Hotel, Banda Aceh.

“Sosok gajah putih yang memegang api obor dinamai Poemeurah,” ujar Sekretaris Umum Panitia Pelaksana (PP) PORA XIII T Dasya Kusuma Putra, saat mempresentasikan arti dari maskot dan logo, Sabtu malam (9/3) di The Pade Hotel, Banda Aceh.

Menurutnya, gajah putih dipilih sebagai maskot karena hewan itu diidentikan sebagai kendaran Sultan Aceh. Ini sejalan pula dengan semangat (spirit) atlet dan Pemerintah Aceh Besar, menjadikan PORA XIII sebagai lokomotif (kenderaan) untuk meraih prestasi terbaik. “Gajah juga merupakan hewan yang masih berada dalam kawasan Aceh Besar,” kata Dasya.

Tak hanya itu, hewan bertubuh besar ini juga melambangkan kesetiakawanan dan memiliki kecerdasan serta kekuatan. “Kecerdasan dan kekuatan hewan ini diharap terepresentasi pada diri atlet yang berjiwa petarung namun sportif,” katanya.

Sementara untuk logo PORA XIII 2018 dipilih kombinasi obor dengan api yang bergelora dan rencong Aceh. “Dua objek yang menyusun struktur bentuk utama logo yakni, tangkai obor dari abstraksi bentuk rencong dan api obor dari fragmen warna-warna yang mengartikan kearifan lokal Aceh,” ulas Dasya.

Selain itu, bentuk abstraksi rencong memiliki kemiripan dengan bentuk huruf ‘J’ yang berarti Jantho, pusat pelaksanaan PORA XIII. Dalam kesempatan itu, Dasya juga menyampaikan bahwa proses persiapan terus dilakukan, baik itu fisik maupun non fisik.

Memang, ada 29 cabang olahraga yang diperlombakan dan diikuti total 4.584 atlet. Saat ini proses pembangunan venue-venue sudah berjalan. Selain itu, panitia juga telah melakukan serangkaian promosi, seperti melakukan branding maskot dan logo PORA, baik itu melalui baleho dan kerjasama dengan pihak ketiga.

“Baru-baru ini kita bekerja sama dengan Trans Kutaraja untuk pemasangan logo dan maskot di kendaraan umum tersebut,” kata Dasya.

Selain launching maskot dan logo, pada kesempatan itu turut dikukuhkan Kontingen Aceh Besar yang dipimpin oleh Dandim 0101/BS Kolonel Iwan Rosandriyanto dan pengukuhan Panitia Pelaksana (PP) PORA XIII yang dipimpin oleh Iskandar yang juga Sekda Aceh Besar.

PORA XIII/Aceh Besar diikuti sekitar 4.584 atlet dari 23 kabupaten/kota se-Aceh dan akan bertarung dari tanggal 18-27 November 2018. Perhelatan olahraga Akbar se-Aceh ini, menghabiskan anggaran sekitar Rp 171 miliar. Semua dana itu berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Aceh tahun 2018 Rp 80 miliar, anggaran KONI Aceh tahun 2018, Rp 20 miliar, APBA 2017, Rp13,8 miliar, APBK Aceh Besar 2018, Rp 1,8 miliar dan dana Otsus 2018, Rp 21,8 miliar.

Itu sebabnya, selain memberikan akomudasi dan konsumsi gratis, Panitia Pelaksana (PP), juga menyediakan bus Trans Koetaradja kepada atlet, pelatih, official maupun masyarakat secara luas, untuk menuju Kota Jantho. “Untuk sosialisasinya, kami sudah memasang stiker Pekan Olahraga Aceh (PORA) di badan bus Trans Koetaradja (Trans-K),” kata Ketua Umum PP PORA, Drs Iskandar MSi  kepada wartawan saat melihat pemasangan stiker di pool Trans-K di Kompleks Terminal Batoh, Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Menurut Iskandar yang juga Sekdakab Aceh Besar, sosialisasi juga dilakukan dengan berbagai cara lainnya, seperti pemasangan spanduk dan baliho berukuran besar hingga merata ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Hal ini merupakan upaya untuk memperkenalkan pesta olahraga terbesar tingkat Provinsi Aceh tersebut di kalangan masyarakat Aceh.

Dia berharap, semua pihak akan terus proaktif dan mendukung positif, sehingga PORA dapat berlangsung sukses dan lancar. “Tentu kami sangat berharap PORA ini mendapat dukungan luas dari seluruh masyarakat Aceh Besar. Terlebih, target kita ingin sukses penyelenggara dan sukses prestasi,” harap Iskandar.

Sekretaris Umum PP PORA, T Dahsya Kusuma Putra MAP menambahkan, pemasangan branding berbentuk stiker dan logo PORA dilakukan pada 30 unit Trans-K. Yakni 25 unit bus ukuran besar, dan lima unit bus ukuran sedang yang beroperasi di seluruh koridor dalam Kota Banda Aceh, dan Aceh Besar.

Dahsya berharap, even olahraga empat tahunan tersebut bakal tersosialisasikan kepada seluruh masyarakat. “Harapan kita sebagai penyelenggara agar masyarakat Aceh Besar dan Aceh pada umumnya bisa berkontribusi untuk suksesnya PORA yang akan dipusatkat di Kota Jantho,” kata Kabid Olahraga Dispora Aceh Besar itu.

“Kami berharap, ukiran prestasi yang tercipta di Kota Jantho dapat membawa nama harum Aceh di arena Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 di Bengkulu, Pra PON dan PON 2020 di Papua,” kata Bupati Aceh Besar Ir.Mawardi Ali, menutup penjelasannya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...