Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Gunung Jalin Jantho Lokasi Strategis

Staf Khusus Pangdam IM Ahmad Husein: Ada Kemungkinan Teroris Kembali Ke Aceh

Staf Khusus Pangdam IM Ahmad Husein: Ada Kemungkinan Teroris Kembali Ke Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda (IM), Mayor Jenderal TNI Teguh Arief Indratmoko, diwakili staf khusus Pangdam IM, Kol Caj Drs. Ahmad Husein, mengatakan. Kelompok teroris yang masih hidup dan pernah melakukan pelatihan di kawasan pegunungan Jalin, Jantho, Kabupaten Aceh Besar, akan kembali melakukan aksinya di Aceh.

Pengakuan itu disampaikan Ahmad Husein kepada wartawan media ini usai acara Lokakarya Bersinergi Menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 di Balai Kota Banda Aceh, Kamis, 7 Februari 2019.

Katanya, Aceh merupakan daerah yang nyaman untuk melakukan pelatihan militer dan sebagai tempat persembunyian para teroris. “Saya mendengar pengakuan dari para teroris yang tertangkap ketika melakukan pelatihan di Gunung Jalin, Jantho, 2010 silam. Kata mereka, Aceh adalah ladang yang empuk untuk melakukan persembunyian dan sebagai tempat pelatihan. Karena, kawasan Aceh banyak terdapat hutan dan laut yang saling berhubungan,” kata Ahmad.

Sebab itu, dia menduga para teroris yang sempat melarikan diri akan kembali melakukan aksinya di wilayah Aceh. “Mereka bilang, para alumni yang berhasil melarikan diri telah mengatur strategi baru untuk kembali membuat gerakan teroris di Aceh,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya gerakan teroris baru di Aceh, TNI dan Polri akan melakukan kerja sama dalam memberantas teroris tersebut. “Kami juga minta bantuan kepada masyarakat. Jika ada keanehan di lingkungan sekitar, segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” harapnya.

Sebelumnya, sekelompok teroris melakukan pelatihan militer di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, pada Februari 2010. Ada sekitar 40 orang dari berbagai wilayah Indonesia yang ikut pelatihan itu.

Mereka berlatih menembak, menyerbu, bertahan dari serangan musuh. Pria dari sejumlah daerah di Indonesia itu juga belajar merakit bom. Namun, pelatihan terendus polisi. Kemudian, satu persatu dari mereka ditangkap serta beberapa tewas ditembak polisi.***

Komentar

Loading...