Soal Pengadaan Mobil, Ketua DPRK Bener Meriah: Mobil Lama Sudah Rusak

Soal Pengadaan Mobil, Ketua DPRK Bener Meriah: Mobil Lama Sudah Rusak
Ketua DPRK Bener Meriah
Penulis
Sumber
rri.co.id

Takengon | Ketua DPRK Bener Meriah, Guntari Yadi  menjawab berbagai tudingan terhadap dirinya yang dianggap memboroskan anggaran daerah terkait pengadaan mobil ketua dewan. 

“Saya sudah tidak lagi memakai kendaraan dinas sudah hampir setahun,” kata Guntariyadi ditemui RRI, Selasa (3/5/2017).

Menurutnya, Sejak Kabupaten Bener Meriah berdiri 12 tahun yang lalu, pengadaan mobil dewan baru sekali dilaksanakan. Kemudian mobil yang kini digunakan merupakan mobil dengan status pinjam pakai antara Sekda yang lama dengan Ketua DPRK periode sebelumnya,

“Mobil yang saya pakai itu pinjam pakai, mobil itu dipakai Sekda yang lama, lalu dipakai oleh Pak Nasir, Ketua DPRK yang lama. Nah mobil itu pernah saya pakai sudah setahun yang lalu, mobil itu sudah tidak berfungsi dan sudah rusak dan ada dibengkel di Pondok Baru, jenis Chevrolet, mobil ini menurut beberapa orang masih diluar sana masih layak, apa memang mereka tidak bisa melihat layak atau tidak? Apa mereka paham mobil yang layak atau tidak,” jelas dia.

Beberapa pihak lanjut Guntari Yadi, mengkritik pengadaan mobil Ketua DPRK Bener Meriah yang baru, seolah dirinya dipaksa untuk memakai mobil yang telah rusak tersebut.

“Bisa dikonfirmasi, semua mobil di DPRK ini, termasuk komisi, sudah tidak layak lagi, semua sama, mobil tahun 2004,” ungkap dia.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, memang mobil kita sudah tidak layak, dan sudah layak diganti, kasian kinerja kawan-kawan menurut saya, contohnya Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tengah, semua sudah mengganti mobil,” tambah Guntari Yadi.

Baca juga : Irwandi Yusuf Pimpin PNA

Terkait dengan pengadaan mobil ini kata dia lagi, sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan, sehingga proses pengadaannya dianggap tidak bermasalah.

“Ini semua sudah diatur undang-undang, tidak ada merugikan sedikitpun, karena itu merupakan kewajiban Negara untuk memfasilitasi mobil kepada pejabat yang ada didaerah,” sebutnya.

Adapun kendaraan yang akan dipergunakan untuk dirinya adalah jenis Pajero Sport, dengan pagu anggaran lebih dari Rp600.000.

“Mobil yang lama, waktu itu pernah saya kendarai mati ditengah jalan, didorong oleh masyarakat, mereka malah ngeledek saya untuk mengganti mobil. Makanya aneh kalau ada yang anggap mobil itu masih layak,” pungkasnya.***

Komentar

Loading...