Soal Kredit Macet di Bank Aceh, Ini Kata TA Khalid

Soal Kredit Macet di Bank Aceh, Ini Kata TA Khalid
T.A.Khalid (baju putih) saat mendaftar di KIP Aceh Bersama Calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sepanjang beberapa hari terakhir, calon wakil gubernur Aceh TA Khalid diterpa dua isu panas. Pertama ihwal rencana penggantian dirinya dari calon wakil gubernur Aceh yang mendampingi Muzakir Manaf. Dan yang tak kalah panasnya adalah tentang dugaan kredit macet TA Khalid di Bank Aceh. 

Kamis (22/9/2016) pagi, pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid ini akhirnya resmi mendaftar ke KIP Aceh. Dengan begitu, rumor tentang kocok ulang calon pendamping Muzakir Manaf akhirnya kandas. Padahal, calon gubernur Aceh Irwanddi Yusuf memperkirakan TA Khalid bakal diganti dengan Kamaruddin Abubakar yang juga Wakil Ketua Partai Aceh.

Lantas bagaimana dengan soal kredit macet?

Dalam jumpa pers usai mendaftar, TA Khalid membantah tentang isu ini. "Sebetulnya itu bukan kejadian baru," katanya pada wartawan.

TA Khalid mengaku kredit tersebut tidak ada sangkut-paut dengan dirinya. "Pada 2014 lalu, Tabloid MODUS ACEH (grup MODUSACEH.CO), pernah menulis juga masalah itu. Ada perusahaannya. PT. Ilham Teguh," katanya.

Ketua DPD Partai Gerindra ini berharap semua pihak tak membangun fitnah. "Berbicara kredit itu, tidak ada sangkut paut dengan pribadi saya, itu ada perusahaan. Kalau memang itu merasa macet disita saja, itu bukan urusan kita,” katanya.

Sebagaimana diketahui, PT. Ilham Teguh dilaporkan pernah meminjam uang pada PT. Bank Aceh sekitar 2008 senilai Rp 20 miliar. Kredit PT. Ilham Teguh diketahui macet sejak 28 Januari 2011.

Informasi yang berkembang, dari tunggakan pokok, tunggakan bunga dan tunggakan denda, maka total kewajiban PT. Ilham Teguh harus menyetor pada Bank Aceh sekitar Rp 24 miliar lebih.*

Komentar

Loading...