Breaking News

Sikundo Bercahaya, Selamat Tinggal Lampu Teplok

Sikundo Bercahaya, Selamat Tinggal Lampu Teplok
Kepala Desa Sikundo, Jauhari memperlihatkan meteran listrik yang baru dipasang PLN (Istimewa)

Meulaboh | Masih ingat dengan Desa Sikundo? Itulah satu gampong (desa) pelosok di Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Dulu daerah ini viral karena jembatan ayun tali satu. Nah, berkah dari kondisi ini, penduduk di sana mulai dapat menikmati arus listrik. Sebelumnya sumber penerangan saat malam hanya dengan lampu teplok.

PT PLN Wilayah Meulaboh telah menyelesaikan pembangunan jaringan listrik. Semula ditargetkan akan aktif dan bisa berfungsi di bulan Juni 2019, namun proses pengerjaan lebih cepat dan sudah bisa difungsikan sejak kemarin. Warga pun tidak perlu lagi untuk menjadikan lampu teplok sebagai sumber cahaya.

“Waktu pembangunan jaringan listrik ke Desa Sikundo dari proses awal survey hingga menyala lebih kurang 3 bulan. Untuk Desa Sikundo telah terpasang jaringan listrik menjangkau seluruh rumah yang ada di desa tersebut. Tidak tertutup kemungkinan jika ada perluasan pemukiman atau penambahan rumah-rumah selanjutnya akan dikembangkan lagi. Tentu dengan kajian-kajian teknis dari PLN,” kata Ediwan, Manajer PLN Area Meulaboh, Senin (20/5/2019.

Dikatakannya, masyarakat pelosok Desa Sikundo dipastikan masuk dalam program Tim Nasional Perepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sehingga, penduduk di sana menerima subsidi listrik dari pemerintah dengan layanan maksimal 450 VA. Berbeda untuk pelayanan rumah ibadah dengan pelayanan 900 VA masuk ke dalam tarif sosial.

“Apabila dalam penggunaan nanti tidak mencukupi, pelanggan dapat mengajukan tambah daya ke pihak kita dengan biaya dibebankan kepada pelanggan,” ujarnya.

Edy menjelaskan, untuk memenuhi pasokan listrik ke Desa Sikondo, jumlah tiang yang dipasang 150 batang dengan jaringan tegangan menengah sepanjang 6 kilometer circuit. Dan jaringan tegangan rendah lebih kurang 3 kilometer circuit. Untuk memastikan ketahanan arus listrik seperti halnya jaminan tiang tidak rubuh, pihaknya sudah melakukan pembebasan pepohonan besar di sekitar area pemasangan dan sudah memenuhi Right Of Way (ROW).

“Tapi kalau bencana alam yang luar biasa itu di luar kemampuan kita dan untuk di percabangan jaringan menuju ke lokasi juga ada kita lengkapi dengan alat proteksi,” katanya.***

Komentar

Loading...