Sidang Sengketa Pileg, Panwaslih Gelar Pembuktian

Sidang Sengketa Pileg, Panwaslih Gelar Pembuktian
Sidang lanjutan sengketa Pemilihan Anggota Legeslatif (Pileg) tahun 2019, terkait dianulirnya salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie

Sigli | Sidang lanjutan sengketa Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) tahun 2019, terkait dianulirnya salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, terpilih, Tgk Abdul Manaf dari Partai Damai Aceh (PDA), Senin (5/8/2019).

Sidang mendengarkan keterangan saksi dan pembuktian yang dipimpin oleh Ketua Pengawas Pemilihan (Panwaslih), setempat Junaidi.SH, didampingi anggotanya Junaidi, S.Ag, kemudian Ismalianto, Mukhtar dan Faisal. Sedangkan kuasa hukum dari Tgk Abdul Manaf juga hadir, Muzakar.S.HI dan Teuku Safrizal.S.HI. Sedangkan saksi-saksi yang dihadirkan diantaranya Kepala Dinas Kesbangpol Zulfikar, Umar dan Adnan Ubat sebagai anggota Forum Kerukunan Ummat Beragama, (FKUG), saksi ahli Umar Mahdi.

Dalam sidang tersebut pihak komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat dihadiri oleh Ketua Muhammad Ali, Sri Wahyuza, Fuadi Yusuf, Hendra Darmawan dan Samsul Bahri. Pada sidang tersebut ada beberapa saksi yang memberikan keterangan berbeda. Misalnya Adnan Ubat mantan Ketua FKUG, menjelaskan bahwa dirinya merasa harus mengundurkan diri dari FKUG karena menerima uang negara setelah maju sebagai Calon Anggota Legeslatif (Caleg). Sedangkan Umar Busu mengaku mereka cuma menerima dana jika ada kegiatan dan setiap tahun cuma Rp 1 juta, sehingga dia berpendapat itu bukan honor atau gaji.

Ketua Panwaslih Pidie, Junaidi, SH kepada MODUSACEH.CO, Senin (5/8/2019) mengatakan, sidang yang berlangsung Senin (5/8/2019) cuma pembuktian dan mendengarkan keterangan saksi serta pemohon dan termohon. Termohon merupakan Komisioner KIP dan pemohon pihak Tgk Abdul Manaf yang dihadiri oleh Kuasa Hukumnya, Muzakar dan Teuku Safrizal. "Kita belum mengambil keputusan," jelasnya.

Kapan akan dibacakan keputusan, menurut Junaidi tergantung hasil sidang. Namun kata Junaidi yang juga Ketua Majelis pada sidang tersebut, di bawah tanggal 12 Agustus 2019. Artinya di bawah jadwal tersebut sudah harus ada keputusan sidang. "Kita tunggu sidang berlanjut," paparnya.***

Komentar

Loading...