Hasil Rekrutmen Ditolak

Sidang Paripurna DPRK Aceh Besar Tetapkan Lima  Calon Anggota KIP

Sidang Paripurna DPRK Aceh Besar Tetapkan Lima  Calon Anggota KIP
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Aceh Besar | Sempat ditolak tiga anggota Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar. Akhirnya, lima nama calon Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar Periode 2018-2023 resmi ditetapkan dalam Sidang Paripurna DPRK Aceh Besar di Gedung DPRK setempat, Jantho, Aceh Besar, Jumat (29/6/18).

“Setelah memeriksa absensi. Dari 35 Anggota DPRK Aceh Besar, yang hadir dan melakukan tanda tangan 25 orang. Berarti, mencukupi forum untuk melanjutkan sidang paripurna,” tegas Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, SE mengawali ucapan sebagai pimpinan sidang. Kelima Anggota KIP yang dietapkan itu adalah, Junaidi, SE, Agus Samsidi, Muhammad Hidayat, Miswar, Spd.I dan Cut Agus Fathillah, MH. Mereka menggantikan lima Anggota KIP Aceh Besar periode sebelumnya (2013-2018). Selain itu, sidang paripurna juga mengumumkan lima anggota KIP Aceh Besar sebagai cadangan yaitu; M. Nasir Ali, Achria Nazwar, A.md, T. Ziayuddin, Munzahri A.ma dan Tarmizi, SPd. I.

Sebelumnya, Ketua Komisi I, Muslem M. Asyek, A. Md menyampaikan. DPRK Aceh Besar telah membentuk panitia penjaringan dan penyaringan calon anggota KIP Aceh Besar. Itu berdasarkan keputusan pimpinan DPRK Aceh Besar tentang pembentukan panitia seleksi (Tim Pansel) calon anggota KIP. Berdasarkan dinamika politik  saat ini, panitia seleksi mempunyai tugas merekrut dan menyaring calon anggota KIP Aceh Besar. Sementara, tahapan seleksi yang dilaksanakan panitia seleksi, diantaranya tes psikologi, tes narkoba, tes baca Al-Qur'an dan wawancara.

“Selanjutnya, 15 nama diserahkan pada Komisi I DPRK Aceh Besar. Berdasarkan rekapitulasi hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and profer tes) yang dilaksanakan, Minggu (10/6/2018), dan berdasarkan hasil Rapat Pleno Komisi I DPRK Aceh Besar pada hari Senin (11/6/2018), telah memutuskan lima nama calon terpilih anggota KIP Aceh Besar,” ujarnya.

Sulaiman selaku pimpinan sidang menanyakan persetujuan anggota dewan terhadap paripurna Anggota KIP Aceh Besar periode 2018-2023. ”Apakah setuju kita tetapkan kelima nama ini dalam sidang paripurna,” tanya Sulaiman dan diikuti kata setuju oleh seluruh anggota dewan yang hadir.

Sulaiman menerangkan, kelima nama tersebut akan dibawa pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk di SK kan dan selanjutnya akan diresmikan oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Usai sidang, Sulaiman mengaku ada beberapa anggota Komisi I DPRK Aceh Besar yang menolak hasil pleno penetapan kelima anggota KIP Aceh Besar. Namun, dia mengaku pernolakan tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.

“Kita telah mendapat kabar jika ada tiga fraksi yang menolak hasil ini. Namun, kita menyaksikan hari ini semua fraksi yang hadir, kecuali Fraksi PAN. Jadi, saya tegaskan bukan fraksi, tapi beberapa anggota dewan. Dan, saya rasa itu wajar, untuk mendewasakan kita dalam berdemokrasi,” ujar Sulaiman. Sulaiman berharap, setelah mendapatakan persetujuan dewan dalam paripurna, tidak ada lagi penolakan. Sehingga, setelah mendapatkan SK dari KPU, kelima anggota KIP tersebut dapat dilantik Bupati Aceh Besar dan dapat menjalankan tugas dengan baik.***  

 

 

Komentar

Loading...