Breaking News

Dibalik Mutasi Abu Doto

Siap Naik, Harus Ikhlas Untuk Turun?

Siap Naik, Harus Ikhlas Untuk Turun?
Azhari Usman/MODUSACEH.CO

 Untuk kesekian kali, Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah atau akrab disapa Abu Doto, Jumat (10/3/2017) lalu, melakukan mutasi. Namun, kebijakan tersebut menuai banyak kontroversi. Terutama soal regulasi yang mengaturnya.

***

Entah itu sebabnya, ada 17 kepala dinas/kepala SKPA  yang dicopot, kabarnya melakukan perlawanan. Alasan mereka, Gubernur Aceh telah melanggar aturan, terkait adanya larangan Kemendagri untuk tidak melakukan mutasi. “Kita adukan gubernur terkait kebijakannya yang telah melanggar aturan, padahal larangan sudah dikeluarkan Mendagri. Jadi itu yang kita adukan. Sebelumnya dia (gubernur) sudah mengeluarkan statemen (tidak melakukan mutasi), ternyata apa yang dikatakan itu tidak sesuai, bertolak belakang,” kata Nasir Zalba seperti diwartakan Harian Serambi Indonesia, Sabtu kemarin.

Nasir Zalba baru menjabat sekitar satu bulan sebagai Kepala Kesbangpolinmas Aceh, sejak dilantik Plt Gubernur Aceh, Mayjen TNI Soedarmo. Sebelumnya, ia juga sempat dicopot dari jabatan yang sama oleh Gubernur Zaini.

Nah, lepas dari adanya pendapat pro dan kontra serta aturan yang melekat. Harusnya, para pejabat SKPA itu sadar bahwa, jabatan adalah amanah dari Allah SWT, yang kapan saja bisa mereka dapatkan dan berakhir. Itu sebabnya, kalau siap untuk naik, kenapa ndak ikhlas saat turun atau dicopot? Soal aturan, tentu hanya sebagai pelengkap saja. Sebab, selama ini dari ratusan pejabat Aceh yang dipilih dan dilantik Abu Doto, juga tak jelas juga prestasi serta keberpihakannya pada rakyat.

Sebagai rakyat Aceh, kita pun bertanya-tanya, apakah jabatan yang telah mereka pegang selama ini, cukup memberi manfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh? Nyatanya, tak lebih hanya  untuk memperbesar pundi-pundi rupiah bagi diri dan keluarganya. Begitupun, ada juga sebagian dari mereka yang berpola hidup sederhana dan menerima penghasilan apa adanya. Singkat kata, kalau ada pemberian tetap mereka terima, tapi tidak memaksa untuk menerima "setoran" dari anak buah atau pengusaha.

Bayangkan saja, selain mendapat gaji tetap dari negara, mereka (para pejabat/kepala SKPA) juga memperoleh seabrek dana tunjangan lainnya. Makanya, jika selama ini mereka mengemban amanah sebagai pejabat Aceh, adakah prestasi dan pengabdiaanya yang luar biasa untuk rakyat? Jika ada, tentu rakyat Aceh pantas untuk marah dan protes. Tapi faktanya, tak lebih hanya untuk memperkuat angka-angka di buku tabungan-deposito plus tunjangan jabatan lainnya. Persoalan ini menjadi penting, sebab selama ini atau sebelumnya apakah mereka sadar dengan kemampuan diri, saat ditawarkan atau dilantik menjadi pejabat SKPA oleh Abu Doto? Kenapa mereka tak proses atau menolak saat ditawarkan jabatan tadi? Dan, kenapa pula tak ikhlas dan protes saat dicopot?

Ambil contoh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Sejak dipegang Dr. Iskandar (akademisi Unimal) Lhokseumawe hingga Drs Asnawi yang di ‘import’ dari Kabupaten Bireuen, tak ada satu pun prestasi luar biasa yang diraih. Kerja mereka tak lebih dari persoalan rutin dan biasa-biasa saja.

Jadi, ndak usah terlalu dipikirkanlah, terkait mutasi yang sudah berulangkali terjadi. “Itu aja repot,” begitu kata almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gusdur.( Inilah 17 Kepala SKPA Yang Terdepak. Drs Nasir Zalba, Ir M Jailani A Bakar MSi, Drs Said Rasul, Ir Syamsul Rizal, Ir Zulkifli MM, Drs Zulkifli Hasan MM, Ir Lukman Yusuf MSi, Ir Husaini Syamaun MM, Ir Helvizar Ibrahim MSi, Drs Asnawi MPd, Drs Mustafa, Dr Raihannah MSi, Ir Arifin, Drs H M Ali Al Fatah, Ir Anwar Ishak dan  Saifuddin SE, MM.)

Sebaliknya, apakah 33 pejabat yang dilantik atau dirotasi Jumat pekan lalu itu, akan disiap jika sewaktu-waktu dicopot atau diganti? Sebab, bisa saja Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh mendatang akan melakukan mutasi atau kebijakan yang sama. Hanya merekalah yang tahu.***

Inilah Pejabat SKPA Yang Dilantik

  1. Drs Syaiba Ibrahim, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan
  2. Nurdin SH MHum, staf ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
  3. Ir T Syakur, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Keuangan
  4. Drs Abdul Karim MSi, Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerjasama
  5. Drs Muhammad MM, Kepala Inspektorat Aceh
  6. Ir Yusmadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh
  7. Drs Mahdi Efendi, Badan Kesbangpol Aceh
  8. Ir Hasanuddin MSi, Kepala Dinas Pengairan Aceh
  9. Ir Samsul Bahri MSi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh
  10. Ir T Bahagia MP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
  11. Nevi Ariyani SE, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Aceh
  12. Ir Masnun MSi, Kepala Dinas Pangan Aceh
  13. Ir Saminuddin B Tau MSi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  14. Drs Umar Dhani MSi, Kepala Registrasi Kependudukan Aceh
  15. Drs Zulkarnain MSi, Kepala Dinas Perhubungan Aceh
  16. Marwan Yusuf B.HSc MA, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh
  17. Ir Iskandar Msc, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh
  18. Musri SE MSi, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga
  19. Zulkifli M Ali Spd MPd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh
  20. Drs Hasanuddin Darjo MM, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh
  21. Drh Zulyazaini Yahya, Kepala Dinas Peternakan Aceh
  22. Ir Akmal Husen MM, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh
  23. Asmanuddin SE, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh
  24. Dr Munawar SAg MA, Kepala Dinas Syariat Islam
  25. Dedy Yuswardi AP, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh
  26. Frans Delian SSTP MSi, Kepala Biro Tata Pemerintahan
  27. Reza Ferdia SSTP MSi, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
  28. Ir Sulaiman AW MP, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat
  29. Drs Surya Rayendra, Kepala Biro Administrasi Pembangunan
  30. H Mulyadi Nurdin Lc MH, Kepala Biro Humas dan Protokoler
  31. Akmil Husen SE MSi, Kepala Biro Umum
  32. Mutiin SIP, Kepala Sekretariat MPU
  33. Nyak Umar SE, Kepala Sekretariat MAA

Komentar

Loading...