Breaking News

Dibalik OTT KPK di Aceh

Setelah Satu Meter, KPK Kembali Ungkap Sandi ‘Beli HP Nomor Lain’

Setelah Satu Meter, KPK Kembali Ungkap Sandi ‘Beli HP Nomor Lain’
Harian Terbit
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah mengungkapkan sandi ‘satu meter’, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkapkan sandi baru dalam dugaan praktik korupsi DOKA 2018, yang melibatkan Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, Hendri Yuzal, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sempat muncul juga dalam komunikasi kalimat "kalian hati-hati, beli HP nomor lain". Kami menduga hal tersebut muncul karena ada kepentingan yang sedang dibicarakan, sehingga khawatir diketahui oleh penegak hukum,” ungkap Jubir KPK Febri Diansyah pada media ini, melalui pesan whatsApp, Senin (9/7/19).

Kata Febri, sejak awal KPK telah menemukan bukti tentang pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak, terkait pembahasan anggaran DOKA tersebut. Termasuk pengajuan dari kabupaten pada provinsi. KPK masih terus mendalami informasi-informasi yang didapatkan terkait dengan perkara dugaan suap yang ditangani saat ini.

20180709-1576dd63-6d37-49c3-8356-1faecf26a6df

Febri menegaskan, semua proses yang dilakukan KPK saat ini adalah proses hukum semata. Sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan bukti permulaan yang cukup atau minimal dua alat bukti.

Sambung Febri, semua proses hukum dalam menangani kasus korupsi ini, selain dilakukan karena UU mengatur demikian, hal ini juga merupakan tugas semua pihak untuk menjaga agar hak-hak masyarakat, khususnya di Aceh agar tidak dirugikan akibat perilaku korupsi pejabat-pejabat tertentu.

“Dalam melaksanakan tugas, KPK memastikan bertindak profesional dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Sejauh ini, sekitar 97 Kepala daerah telah kami proses dalam kasus dugaan korupsi. Semua pada akhirnya akan diuji di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mari kita sama-sama mengawal sehingga tidak terjadi lagi prilaku koruptif,” ajak Febri.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...