Breaking News

Setelah Puisi Sukmawati Dinilai Melecehkan Islam, Muncul Puisi Ganjar Pranowo

Setelah Puisi Sukmawati Dinilai Melecehkan Islam, Muncul Puisi Ganjar Pranowo
infonasional.com

Jakarta | Belum tuntas puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai melecehkan agama Islam.

Kini muncul puisi yang dibacakan Gubernur Jawa Tengah, sekaligus kader Partai Demokrasi Imdonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.

Dalam acara talkshow di sebuah televisi swasta beberapa waktu lalu. Ganjar Pranowo dituding menistakan agama Islam, gara-gara ia membacakan salah satu puisi Gus Mus.

Masayarakat yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menilai. Puisi yang dibaca Ganjar Pranowo sangat menyinggung umat Islam, di mana terdapat kalimat yang mengandung unsur SARA dan penistaan agama. Penggalan kalimat tersebut adalah "Kau ini bagaimana Kau Bilang Tuhan Sangat dekat, Kau Sendiri yang memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat...".

Kelompok ini kemudian akan melaporkan Ganjar Pranowo secara resmi ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (10/4/2018) siang.

Lantas apa tanggapan Ganjar Pranowo?Seperti dikutip Kompas.com, Senin 9 April 2018. Pranowo menilai, penampilannya dalam acara talkshow tersebut dipelintir ke arah isu SARA di media sosial. Ia menengarai, hal tersebut memiliki kepentingan dalam Pilkada Jateng 2018.

“Padahal itu puisi sejak tahun 1987 dan Gus Mus sendiri yang membaca, bahkan semua membaca kenapa diributkan sekarang? Tendensinya itu muncul,” kata Ganjar dalam Deklarasi Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng ‘Ganjar Pranowo–Gus Yasin’ di Bawen, Semarang, Minggu (8/4/2018).

Calon Gubernur Jawa Tengah ini tidak ingin informasi hoaks menjadi arus utama informasi yang diterima masyarakat dalam masa Pilkada. Belajar dari Pilkada daerah lain, dirinya ingin melawan berita hoaks dengan cepat-cepat memberikan konfirmasi agar masyarakat tidak terbelah.

"Sebab jika sudah percaya hoaks dan tidak ada yang klarifikasi itu bisa berefek negatif. Nanti bisa membelah masyarakat yang ada,” tuturnya.

Menurut Ganjar, perlawanan terhadap hoaks harus masif dilakukan. Maka dirinya mengajak masyarakat Semarang untuk saling peduli, memerangi berita hoaks. Caranya dengan check and recheck jika menerima sebuah informasi atau jika hendak membagi sebuah informasi. Konfirmasi atas berita hoaks juga perlu disebarkan melalui media sosial.

“Tunjukkan bukti dan apabila itu sebuah pernyataan yang membutuhkan satu ilmu ya harus tanya ke pakarnya. Bisa tokoh agama atau akademisi,” ujarnya. Lebih-lebih, sambung Ganjar, apabila berita hoaks tersebut bisa bermuara ke isu SARA dan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Semarang. Maka hal itu perlu diredam.

"Tahu kalau itu ada hoaks jangan dikompori. Jawab dengan baik, kalau masih ngeyel ya dibawa ke penegak hukum,” tegasnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...