Breaking News

Setelah Diteliti, Gampong Pande Lokasi Situs dan Ada Logam Berat

Setelah Diteliti, Gampong Pande Lokasi Situs dan Ada Logam Berat
Abdullah Sanny Saat Menyampaikan Temuanya di Gampong Pande/Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah melakukan penelitian selama tiga bulan empat hari. Akhirnya Prof. Dr. Ir. Eng Teuku Abdullah Sanny, M. Sc menyampaikan hasil temuanya, di Gampong Pande, Banda Aceh.

Dalam jumpa pers, di lantai II Gedung Khatibul Wali Nanggroe, Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Minggu (10/06/2018), Abdullah Sanny mengatakan, secara ilmiah dapat terbukti bahwa Gampong  Pande adalah lokasi situs sejarah kesultanan Aceh.

Kemudian, papar Abdulllah Sanny, situs yang terdapat di bawah tanah Gampong Pande, terbagi tiga  stratum. Pertama kedalaman 3-5 meter, kedua kedalaman 12-15 meter dan ketiga kedalaman 28-30 meter.

Itulah sebabnya, dengan demikian jelas Abdullah Sanny, dapat diinterpertasikan bahwa  daerah Gampong Pande, telah terjadi tiga kali penguburan, berupa subsidence. “Kemungkinan akibat terjadinya gempa tektonik,” ujar Abdullah Sanny, Ahad (10/06).

Salah satu penguburanya adalah ketika Aceh dilanda gempa dan stunami akhir 2004 silam yang kedalamannya bisa jadi 3-5 meter.

Selain itu, di kawasan Gampong Pande dimaksud, terbukti terdapat lokasi-lokasi yang mencerminkan adanya logam berat di dua stratum terbawah daerah Gampong Pande. “Posisinya sementara kami rahasiakan,” ujar Abdullah Sanny.

Namun, pada saat menjawab konfirmasi wartawan, Abdullah Sanny mengaku logam berat dimaksud, ada lima titik. Makanya, logam berat tersebut akan dibuktikan pada penelitian lanjutan nantinya.

Abdullah Sanny juga mengaku, apa yang terdapat di Gampong Pande, telah disampaikan ke Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar. Karena itu, Abdullah Sanny mengajak agar menyelematkan situs sejarah Gampong Pande yang merupakan titik nol.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...