Setelah 7 Tahun Buron, Kejari Banda Aceh Eksekusi Terpidana Korupsi

Setelah 7 Tahun Buron, Kejari Banda Aceh Eksekusi Terpidana Korupsi
Serambinews
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali mengeksekusi terpidana pembangunan proyek tanggul air asin Krueng Doy, tahun 2011, yakni Arista Nugraha. Terpidana dieksekusi setelah buron selama 7 tahun, Rabu malam, di Kecamatan Mande Desa Jamali, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (10/1/18).

Kasi Pidsus Kejari Banda Aceh, Muhammad Zulfan mengatakan. Pihaknya hanya melaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung, No.1042/K/Pidsus/2010 Tanggal, 27 April 2011 yang amar putusannya a.l: 1 (satu) tahun pidana penjara,  denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara.

Mengenai kronologis penangkapan, Muhammad Zulfan menceritakan, Tim Pidsus Kejari Banda Aceh tiba di Cianjur, tepatnya di kediaman terpidana pada Rabu, 10 Januari 2017, sekira pukul 21.40 WIB. Namun, terpidana tidak berada di rumah. Selanjutnya, setelah mendapat informasi dari istri dan orang tuanya, terpidana saat itu berada dan bekerja di Karawang. Lalu, tim bergerak mencari keberadaan terpidana yang sebenarnya berada di seputar wilayah Bogor.

Sebut Muhammad Zulfan, setelah memastikan keberadaan terpidana. Tim menuju ke TKP, dan pada Kamis, 11 Januari 2017 sekira pukul 02.35 WIB, terpidana berhasil ditangkap Tim Pidsus Kejari Banda Aceh di bantu anggota Polres Bogor, tepatnya di samping Vimalas Hotel Jalan Gadog Megamendung Bogor. Lalu, terpidana diamankan di kantor Kejari Kabupaten Bogor dan  selanjutnya dibawa menuju Bandara Soekarno Hatta untuk dibawa ke Banda Aceh.

Sekira pukul 14.35 WIB tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda  Banda Aceh. Rencananya, terpidana akan dibawa ke Kantor Kejari Banda Aceh, untuk pemeriksaan kesehatan dan keperluan administrasi. Selanjutnya, terpidana dieksekusi di Lapas Lambaro Banda Aceh.***

Komentar

Loading...