Khalidin Masih Terbaring di Malaysia

Semoga Masih Ada Dermawan Aceh Yang Terketuk Hatinya

Semoga Masih Ada Dermawan Aceh Yang Terketuk Hatinya
Istimewa/MODUSACEH.CO
Rubrik

Malaysia | Keinginan Khalidin (31), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang sudah sepuluh hari terbaring di Rumah Sakit Serdang Kajang, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menjalani perawatan dan melaksanakan bulan suci ramadhan di tanah kelahirannya, Aceh hingga kini belum terwujud. Ini disebabkan, biaya pemulangannya masih terkendala. Itu sebabnya, Pemerintah Aceh didesak untuk membantu biaya pemulangan. “Khalidin yang sudah tiga tahun menetap di Malaysia dan saat ini dirawat di Hospital Serdang Kajang Kuala Lumpur Malaysia. Dia mengidap penyakit TBC," demikian disampaikan Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN) Ikhsan Nurdin melalui siaran persnya beberapa hari lalu.

Kata Ikhsan, Khalidin bekerja sebagai pembantu kantin sebuah warung di Malaysia. Saat ini, dia membutuhkan biaya pengobatan sekitar 11.000 RM  atau Rp 33 juta, untuk bisa kembali ke kampung halaman. "Saya sudah coba melobi KBRI tapi sangat rumit serta membutuhkan proses yang panjang dan sulit," lanjut pria asal Kandang, Kota Lhokseumawe ini. Ikhsan Nurdin juga mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh yang sempat berada di Malaysia, namun mereka tidak mau bertemu. Bahkan,  terkesan lepas tangan.

"Saya sudah hubungi kelima perwakilan yang dikirim Gubernur Aceh, namun mereka terkesan lepas dari tanggung jawab. Seolah-olah kami meminta bantuan pribadi mereka, padahal hanya meminta mereka supaya melobi KBRI agar proses pemulangan dan jaminan biaya tunggakan serta biaya pengobatan," jelas Ikhsan Nurdin atau akrab disapa Nek Kandang itu. Lanjutnya, saat ini keluarga Khalidin sudah berada di Malaysia, sedangkan biaya selama ia dirawat diperoleh dari swadaya warga Aceh di Malaysia. "Uluran bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meringankan biaya pengobatan dan proses pemulangan Khalidin," lanjutnya.

Dia berharap, ke depan Pemerintah Aceh supaya mengirimkan utusan yang bisa bekerja sama dan peduli terhadap warga Aceh. Sebab, semua yang dikeluarkan itu merupakan anggaran daerah atau APBA. "Kalau mereka datang ke sini untuk melancong lebih baik tidak usah dikirim, karena hanya menghabiskan uang negara saja," kritik dia.

Nah, lepas dari kondisi tersebut, apalagi di bulan suci ramadhan, kita berharap semoga saja ada masih warga Aceh yang memiliki kepedulian dan kemampuan dana lebih, untuk dapat membantu dan membawa pulangan Khalidin ke Aceh. Adakah yang terketuk hatinya?***

Komentar

Loading...