Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Daerah Selesai

Selamat Tinggal Haji Saifan, Haji Leman dan Lukmanul Hakim

Selamat Tinggal Haji Saifan, Haji Leman dan Lukmanul Hakim

Banda Aceh | Tepuk tangan dan sorak sorai pendukung, ‘memecah’ ruang Sidang Paripurna DPR Aceh, Banda Aceh. Maklum saja, hari ini, Selasa (25/10/2016), Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan kabupaten-kota di Aceh, melakukan pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh serta Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota.

Suasana gembira juga terlihat dari seluruh pasangan calon dan tim sukses maupun pendukungnnya. Termasuk di Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Begitupun, rasa suka cita itu tak dialami Haji Saifannur, balon Bupati Bireuen, Haji Sulaiman Ibrahim (Aceh Utara) serta Lukmanul Hakim (Aceh Tamiang). Ketiganya, dinyatakan gagal maju sebagai kontestasi pada Pilkada 2017 mendatang, karena dinyatakan tak lulus tes kesehatan tahap kedua.

Dibandingkan sejumlah pasangan calon lain yang bernasib sama, Haji Saifan, Haji Leman, begitu keduanya akrab disapa  dan Lukmanul Hakim, ketiga memang lebih beruntung. Sebab, setelah dinyatakan tak lulus tes kesehatan tahap pertama. Lalu, diberi kesempatan untuk mengikuti tes kedua. Itu terjadi, setelah protes yang mereka sampaikan pada Panwaslih Aceh dan kabupaten, terkabul.

 Namun, peluang kedua ini ternyata tak memberi  arti serta peluang penting. Alasannya, pada tes kedua, hasilnya tetap sama. Ketiganya dinyatakan tak lulus alias gagal. Sumber MODUSACEH.CO di jajaran Partai Golkar Aceh, di Banda Aceh mengungkapkan. Kegagalan Haji Saifan  memang sudah diprediksikan dari awal. Sebab, jika dinyatakan lulus tes kesehatan pada tahap kedua, ini sama artinya dengan mendulang air ke muka sendiri. Maksudnya, tim dokter RSUZA Banda Aceh, akan menghadapi persoalan lanjutan yang sangat rumit. Setidaknya, sejumlah pasangan calon yang sudah dinyatakan gagal, akan menuntut hak yang sama. “Selain harus mempertanggungjawabkan secara etika kedokteran, juga akan memberi preseden jelek bagi calon lain yang telah dinyatakan gagal. Begitupun, untuk memenuhi aturan main, hal itu harus dilaksanakan Panwaslih dan KIP. Hasilnya, tetap saja mereka tak lulus tes kesehatan,” ungkap sumber tadi.

Itu sebabnya, dia berharap, bagi Haji Saifan dan calon lain seperti Haji Leman serta Lukmanul Hakim ikhlas menerima keputusan tadi. “Walau mereka bukan calon Golkar. Tentu, sebelum diputuskan, tim dokter telah  memiliki alasan kuat dan dapat dipertahankan secara keilmuan serta kode etik kedokteran maupun profesi,” ujar sumber tersebut. Ya, kalau begitu, selamat tinggal Haji Saifannur dan Haji Leman serta Lukmanul Hakim. 'Lokomotif' Pilkada 2017 harus segera berangkat. Dan, jika ada umur pangjang,  "bertarung’ kembali pada Pilkada 2021 mendatang.***

Komentar

Loading...