Menelusuri Regulasi Pergantian Kepala BPKS Sabang (bagian satu)

Selamat Datang Bung Razuardi, Realisasi Anggaran Rp 221,4 Miliar Menanti Anda!

Selamat Datang Bung Razuardi, Realisasi Anggaran Rp 221,4 Miliar Menanti Anda!
Razuardi Ibrahim bersama Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)
Rubrik

 MODUSACEH.CO | Nama yang disebut-sebut itu, akhirnya benar juga. Selamat datang Bung Razuardi Ibrahim di BPKS Sabang!

Maklum, terhitung, Kamis, 16 Januari 2019, mantan Sekdakab Aceh Tamiang ini, resmi menduduki kursi dan jabatan baru sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKS Sabang, mengantikan Sayid Fadhil, yang diberhentikan, belum genap setahun usia kepemimpinanya. Selamat jalan Bung Sayid Fadhil!

Keputusan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengantikan Sayid Fadhil, tentu bukan tanpa sebab. Selain adanya evaluasi manajemen dan kinerja yang dilakukan Dewan Pengawas (Dewas), juga ada rekomundasi dari anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS) yaitu, Walikota Sabang serta Bupati Kabupaten Aceh Besar. Termasuk, Ketua DPR Aceh.

Selain itu, tugas pokok yang perlu segera dilaksanakan Razuardi adalah, merealisasikan anggaran Rp 221, 429,833.00,- untuk tahun 2019. Tentu, ini menjadi tantangan besar, sebab tahun 2018 lalu. Anggaran BPKS Sabang di tangan Sayid Fadhil, tak seluruhnya terserap habis.

Nah, untuk tugas ini pun, sebagai Plt Kepala BPKS Sabang, Razuardi tidak bekerja gratis. Sebab, setiap bulan dia mendapat penghasilan, Rp 13 juta rupiah. Termasuk anggota dan Ketua DKS serta Ketua dan Anggota Dewan Pengawas. Mungkin, lebih kecil dari gajinya sebagai Sekdakab Aceh Tamiang. Namun, tugas dan tanggungjawabnya relatif besar di kursi panas; Kepala BPKS Sabang.

20190116-gaji-bpks

Karena status Plt itulah, Razuardi diharapkan dapat bereaksi cepat, mengejar berbagai realisasi program BPKS Sabang di awal tahun 2019. Termasuk membangun relasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Terutama di internal BPKS Sabang yang dikenal sudah terjangkit “penyakit stadium empat”. Selain itu, dengan berbagai tokoh masyarakat Sabang. Adanya reaksi dari Forum Keuchik Sabang, tak pula bisa dianggap sepele.

Karena itulah, dari sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan Sayid Fadhil, satu masalah yang kini tersangkut di Polda Aceh, tetap membutuhkan perhatian serius Razuardi sebagai Kepala BPKS Sabang yaitu; dugaan adanya pat gulipat pada proses lelang Proyek Peningkatan Jalan Blang Situngkoh-Lampuyang, Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Posisi Razuardi, setidaknya tetap korporatif dengan proses hukum yang sedang berjalan. Sejauh ini, penyidik dari Dirkrimsus Polda Aceh telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pejabat BPKS Sabang seperti, Sayid Fadhil, mantan Direktur Perencanaan T. Harry Kurniansyah, Ketua Pokja Hari Indrawan, Ketua ULP Rendra Herdiansyah serta PPK, Makkinuddin. Termasuk Zaldi, seorang PNS pada Dinas PUPR Aceh, yang sebelumnya sebagai KPA di BPKS Sabang.

Semua itu, berawal dari pemenangan lelang PT. Usaha Sejahtera Manikam oleh Pokja Unit Layanan Pengadaan BPKS Sabang, Rp 5,9 miliar. Walau akhirnya kontrak diputuskan, setelah perusahaan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan, sesuai perjanjian kerja.

Belakangan terungkap, PT. Usaha Sejahtera Manikam, diduga tidak memiliki cukup syarat untuk mengikuti lelang. Misal, izin aspal mixing plan perusahaan itu telah kadaluarsa sejak 2016 lalu. Berhati-hatilah Bung Razuardi, semoga Anda tidak ikut terseret ombak dan gelombang besar yang tiba-tiba menerpa “kapal” BPKS Sabang.***

Komentar

Loading...